asep arwin
TINJAU RUMAH MURAH : Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Asep Arwin Kotsara, saat meninjau program Stimulan Rumah Sederhana Sehat (SRSS) di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Rabu (26/1).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar) melakukan peninjauan ke Jawa Tengah (Jateng), untuk melihat program Stimulan Rumah Sederhana Sehat (SRSS) di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Rabu (26/1).

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Asep Arwin Kotsara menjelaskan, kehadiran para wakil rakyat dari Jabar tersebut untuk mempelajari setiap program Dinas Permukiman di Jateng, bukan hanya soal Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Melainkan program Rumah Miskin (Ruskin), SRSS, dan rumah subsidi jadi jual murah.

“Jadi Pemprov Jateng memberikan stimilan kepada masyarakat yang ada di komunitas, besaran anggarannya Rp 35 juta untuk membangun rumah yang sehat dan layak,” jelasnya.

Diterangkan Asep, misalnya komunitas pengusaha gula aren di Jateng bisa mengajukan ke desa dan selanjutnya ke pemerintah. Setelah itu akan dianggarkan Pemprov Rp 35 juta, nanti tanahnya bisa dibantu oleh Pemerintah desa dengan harga yang terjangkau.

“Jadi artinya begini, kita bisa negosiasi dengan pemilik tanah tersebut, mereka banyak rumah seperti perumahan ada 10 atau 20, nanti pihak desa akan bantu agar bagaimana tanah tersebut bisa murah dengan masyarakat yang mempunyai lahan tersebut dikomunikasikan,” jelasnya.

Kemudian, setelah tanahnya resmi dimiliki oleh komunitas tersebut maka akan dibangunkan rumah-rumah untuk setiap anggota komunitas.

Dilanjutkan Asep, proses pembangunan rumahnya pun terbilang singkat, hanya membutuhkan waktu dua bulan. Bahkan, dengan durasi pembangunan yang singkat, otomatis dapat menghemat pengeluaran.

“Model rumahnya seperti precasting, jarak sekitar 1 setengah meter nanti antara precasting dengan yang lainnya dihubungkan dengan baut jadi seperti knock down assembling, itu untuk biaya pembuatannya sekitar Rp50 juta, jadi murah sekali ya,” bebernya.

Kata Wakil rakyat Dapil Kota Depok – Kota Bekasi, ini akan menjadi catatan penting agar dapat diusulkan ke dinas terkait Jabar, sehingga masyarakat dapat terbantu dengan program ini.

“Nanti akan kita usulkan ke Dinas terkait, karena sangat jelas program ini bisa membantu masyarakat,” katanya.

Namun dipastikan, biaya untuk merealisasikan program tersebut akan mengalami perbedaan, terutama dalam anggaran. Karena tentunya, harga tanah di Jabar lebih tinggi dari Jateng, hanya proses pembuatan ini cepat karena proses yang paling mahal dipembuatan rumahnya.

“Kita berbicara bahwa pola gotong royong di Jawa tengah cukup baik, kalau di Jabar kita tidak tahu, kalau jika gotong royongnya lemah pasti biayanya akan lebih mahal,” pungkas Politikus PKS ini. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro