intan fauzi
Anggota Komisi VI DPR RI, Intan Fauzi

RADARDEPOK.COM, DEPOK Terkait tingginya harga minyak goreng di pasaran, Anggota Komisi VI DPR RI, Intan Fauzi berharap agar keran ekspor Crude Palm Oil (CPO) bisa dikendalikan demi memenuhi serapan kebutuhan dalam negeri terlebih dulu, sehingga, tidak membebani masyarakat.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, CPO yang menjadi 70 persen komponen bahan baku minyak goreng sangat bergantung dengan harga CPO yang fluktuatif, menjadi alasan kenapa harga minyak goreng melambung tinggi.

Kita berharap keran ekspor CPO sebagai bahan baku minyak goreng bisa dikendalikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Intan Fauzi.

Intan menjelaskan, salah satu upaya untuk menstabilkan harga minyak goreng, pemerintah membuat kebijakan satu harga Rp.14.000 per liter untuk seluruh minyak goreng baik kemasan sederhana dan premium berlaku 19 Januari yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 03 Tahun 2022.

Permendag 3/2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan untuk Kebutuhan Masyarakat dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) harus menjadi acuan dan minyak goreng harus segera terdistribusi dengan harga seragam sampai tingkat eceran.

Subsidi dana BPDPKS adalah langkah yang strategis mengingat pemerintah harus segera menyelesaikan permasalahan tingginya harga minyak goreng yang sudah berlangsung sejak akhir 2021 hingga saat ini,” ujar Intan Fauzi.

Selain penetapan harga harus diberlakukan juga pembatasan jumlah CPO yang diekspor. Sebab, sambung Intan Fauzi, kebutuhan dalam negeri untuk minyak goreng sebetulnya tidak besar hanya kisaran 17 persen dari total produksi CPO Indonesia.

Sementara, produksi CPO Indonesia 47 juta ton per tahun, sementara untuk kebutuhan bahan baku minyak nabat sekitar 8 juta ton per tahun,” ucap Intan Fauzi. (rd/cky)

Laporan : Ricky Juliansyah