dedi supandi
HOBI DAN SILATURAHMI : Ketua Umum Organisasi Motor Bersatu dan Kompak (Omberko) Dedi Supandi ketika foto bersama dengan anggota di Bandung, Jawa Barat. ARNET/RADAR DEPOK

Keberadaan Omberko tersebar di berbagai Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, ini terbukti dari jumlah anggota yang terbilang banyak. Tercatat ada sebanyak 11.619 orang pecinta otomotif roda dua yang turut serta bergabung dalam organisasi yang dinahkodai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM, Dibalik kerjanya sebagai tugas negara menjadi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Ketua Satgas Percepatan Covid 19 Jawa Barat, Dedi Supandi mampu menjaga komunikasi Omberko seciamik mungkin, buktinya ada 11.619 anggota yang selalu kompak.

Untuk dirinya, motor sangat memiliki arti yang mendalam karena mampu menjaga keharmonisan satu dengan yang lain, bahkan dapat menebar kebaikan.

“Motor memiliki arti mendalam, sebagai upaya untuk mengajak orang turut serta dalam organisasi yang memiliki resonansi kebaikan,” katanya melalui saluran komunikasi WhatsApp.

Omberko yang disahkan secara struktur organisasi pada 23 Oktober 2021, telah tersebar diberbagai Kota dan Kabupaten Jawa Barat. Setiap wilayah memiliki jargonnya masing-masing, salah satu contohnya seperti di Kabupaten Sukabumi yang menggunakan jargon ‘Soekabumi Brainerhood’ yang memiliki arti persaudaran pemikir cerdas.

Selanjutnya, di Kota Bogor juga memiliki jargon berbeda, seperti ‘Sawala Niti Wiyata’ yang artinya wadah berdiskusi bidang pendidikan.

“Sebenarnya Omberko itu sudah deklarasi 10 Juli 2021 tapi naru disahkan secara struktur organisasi pada 23 Oktober 2021. Kita tetap harus patuh pada peraturan,” kata Dedi.

Sebagai salah satu penggagas Omberko, Dedi bercerita awal mula didirikan klub roda dua tersebut, yaitu niat untuk menyatukan persaudaraan hingga mengeksplore destinasi wisata Jawa Barat.

Jadi ada agenda Omberko, ungkap Dedi, yang bertujuan menelusuri wisata di Jawa Barat. Selama perjalanan, organisasi yang anti dari kekerasan ini, kerap bertegur sapa dengan penduduk setempat.

“Ya kita sambil berbincang dengan penduduk di lokasi wisata. Insya Allah bisa membantu penduduk maupun wisata yang ada di Jawa Barat,” tutup Dedi. (*)

Editor : Junior Williandro