AJUKAN USULAN : Stakeholder Kelurahan Bojongsari berfoto bersama anggota DPRD Kota Depok, dalam kegiatan Musrenbang tahun anggaran 2023 di Aula Kantor Kelurahan Bojongsari. INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Musyarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Bojongasari, Kecamatan Bojongsari, sudah selesai dilaksanakan. sejumah usulan sudah disampaikan, dan siap untuk dibahas di dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Bojongsari, lalu di tingkat Kota Depok.

Lurah Bojongsari, Ilham mengaku bersyukur pelaksanaan Musrenbang di wilayahnya berjalan dengan baik, sesuai arahan dan pedoman yang diberikan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok.

“Alhamdulilah Musrenbang di Bojongsari udah selesai, semua usulan sudah disampaikan, yang terpenting usulan sudah sesuai dengan pedoman Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” kata Ilham, Kamis (13/01).

Menurutnya, Musrenbang tahun anggaran 2023 ini berbeda dengan Musrenbang tahun anggaran sebelumnya. Sebab, tahun 2023 ini Pemkot Depok sudah menentukan 15 item usulan wajib, dan ada 26 item usulan yang bisa dipilih.

“Jadi sudah ada base line usulan Musrenbang, sedangkan untuk usulan pilihan, kita cuma mengusulkan beberapa item saja sesuai kemampuan anggaran Musrenbang Kelurahan di Depok sebesar Rp 2,5 Milyar,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM, Kelurahan Bojongsari, Saidi Dokih menuturkan, dengan adanya peraturan usulan wajib dan pilihan ini, dianggap mempermudah mereka dalam mengajukan usulan pembangunan di wilayahnya.

“Dengan adanya usulan wajib dan usulan pilihan ini, kita jadi lebih detil dan fokus dalam membuat sebuah usulan,” terangnya.

Dia menyebutkan, dalam Musrenbang tahun anggaran 2023 ini ada sejumlah usulan pilihan yang mereka ajukan, diantaranya kegiatan fisik seperti jalan lingkungan drainase, penerangan jalan umum, serta pelatihan dan bimbingan teksin, serta penguatan kelembagaan RT/RW di Kelurahan Bojongsari.

“Kami ajukan lima usulan pilihan. Sebab, lima usulan ini lah yang kami butuhkan di tahun mendatang,” bebernya.

Dia mengakui, anggaran Musrenbang Rp 2,5 Milyar, dan adanya 15 item pilihan tidak mampu untuk memenuhi semua keinginan pembangunan di wilayah mereka. Terutama, mereka ingin membangun sebuah Puskesmas di wilayah mereka, karena sampai saat ini hanya ada dua Puksesmas di Kecamatan Bojongsari, di Kelurahan Duren Seribu dan Kelurahan Pondok Petir.

“Untuk pengadaan lahan dan pembangunan Puskesmas memang tidak bisa kami ajukan dalam Musrenbang ini. akan tetapi kami sudah menempuh jalur lain, yaitu dengan membuat permohonan ke BKD. Akan tetapi, samapai saat ini belum ada jawaban,” pungkasnya. (dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Ricky Juliansyah