Samsat
Ilustrasi Samsat Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Depok 1 atau biasa disebut Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) Depok, mencatatkan peningkatan capaian pajak masyarakat cukup signifikan di 2021.

Kasi Pendapatan dan Penetapan Samsat Depok, Fredy Hermanto mengatakan, kantornya mampu melampaui target penarikan pajak dari masyarakat di tahun 2021 ini melebihi angka 100 persen.

Alhamdulillah tahun 2021 kemarin kita berhasil melampaui target pajak yang ditetapkan,” kata Fredy, Rabu (26/1).

Dia mengungkapkan, beberapa jenis pajak yang dikutip Samsat Sukmajaya antara lain Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang ditergetkan Rp 432.194.822.000 dengan capaian Rp451.743.329.400 (104,52%), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) I target Rp236.451.045.000 capaian (109,71%).

Kemudian, BBNKB II target Rp7.106.503.500 capaian 7.282.624.600 (102,48%), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor target 115.701.381.290 capaian Rp123.284.158.200 (106’55%), Pajak Air Permukaan Rp852.619.000 capaian Rp 472.320.800 (55,40%), Pajak Rokok Rp 118.267.947.965 capaian Rp128.842.759.266 (108,94%).

Capaian pajak tahun ini jauh lebih tinggi disbanding tahun 2020, yang hanya mampau mencapai angka kurang dari 75 persen,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kegagalan mereka untuk mencapai target pada tahun 2020 dikarenakan meningkatkanya kasus Covid-19, yang dibarengi dengan berbagai pengetatan aturan Pemerintah, sehingga roda perekonomian tidak berjalan dengan baik.

Tahun 2020 kemarin semua sektor memang terdampak yah, jadi tidak heran berimbas pada berkurangnya pendapatan pajak karena daya bayar dan daya beli masyarakat menurun saat itu,” terangnya.

Keberhasilan dalam mencapai target, berkat banyaknya pelonggaran aktivitas masyarkat, serta berbagai program yang mereka buat untuk mendorong minat masyarakat dalam membayar pajak. Tentunya semua program mereka terbukti ampuh untuk mendorong masyarakat membayar pajaknya.

Kami buat program Triple Untung, pemotongan denda, diskon pajak bagi warga yang bayar pajak sebelum jatuh tempo, serta pemutihan dan penghapusan BBNK 2 serta pembebasan denda bagi kendaraan yang menunggak pajak lima tahun ke bawah. Tapi semua program ini sudah dihapus, atau sudah dinyatakan tidak berlaku,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro