twitter
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Usai meminta keterangan enam orang pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang mengelola akun resmi Twitter milik Pemkot. Kepolisian akan memeriksa staf hingga pimpinan dalam bidang tersebut.

Pernyataan ini secara resmi dilontarkan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Yogen Heroes Baruno, Kamis (13/1).

“Nanti akan kita teruskan pemeriksaan kepada staf-staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sampai ke atasnya. Kita upayakan untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Hal ini buntut dari akun Twitter resmi milik Pemkot Depok yang mertweet atau meneruskan postingan tentang ajakan mencari pelaku penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI).

Guna mendapatkan keterangan atas kejadian ini, Kata Yogen, pihak Satuan Kriminal Khusus sampai mendatangi kantor Diskominfo Pemkot Depok. “Kita tidak memanggil, jadi langsung ke sana dari penyidik krimsus,” jelas Yogen.

Sampai saat ini, kepolisian telah meminta keterangan dari enam orang yang menjadi pengelola akun resmi tersebut. Diantaranya, lima orang sebagai pegawai lepas alias honorer dan satu orang lainnya yang pehawai tetap.

Yogen juga belum bisa memastikan, kejadian tersebut akibat diretas orang tidak bertanggung jawab atau ada faktor lainnya, misalnya kesengajaan. Sebab masih dalam penyelidikan.

“Belum terbukti. Tapi kita masih mencari keterangan. Kemudian dari tim krimsusnya juga mencoba untuk membuktikan apakah itu dihack atau ada unsur kesengajaan,” papar Yogen.

Tampaknya kepolisian tidak main-main dalam mengungkap kejadian ini. Hal ini agar diketahui secara terang apakah akun resmi twitter diretas atau tidak, sehingga masyarakat dapat menilai tentang kejadian ini.

Terkait perkara ini, Walikota Depok, Mohammad Idris mendukung pihak kepolisian mendalami kasus tersebut. Namun dirinya memastikan kalau aku tersebut telah dihack.

“Sekarang itu kepentingan kepolisian ya, silakan diperiksa. Dalami setiap keterangan yang sudah didapat, dari mana dan bagaimana awalnya,” ungkap Idris.

Tapi Idris meminta kepada pihak kepolisian agar menghukum hacker tersebut dengan hukuman yang setimpal, karena ini kejahatan teknologi yang dapat menyebabkan Depok tidak kondusif. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro