BERPOSE : Pimpinan Omberko sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi ketika berpose salam kasih sayang di atas motor Royal Enfield warna hijau army dalam kesempatan berjumpa dengan anggota Omberko.FOTO:ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Kecintaan Dedi Supandi kepada otomotif tepatnya roda dua saat usianya masih belasan tahun, ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah SMP sampai kini sebagai pejabat negara. Sangat tepat jika Omberko dibawah kendalinya.

Pria asal Majalengka yang dikenal Humble ini, bermotor memang menjadi hobinya di sela kesibukan sebagai Kadisdik Jawa Barat. Bahkan, pria kelahiran 12 Juni 1976 ini telah akrab dengan motor sejak masih duduk di bangku SMP Negeri 1 Raja Galuh, Majalengka pada 1989-1992.

Lantaran jarak dari rumah menuju sekolah cukup jauh, setiap hari ia harus diantarkan koleganya menggunakan motor agar tidak telat masuk sekolah.

“Ada sahabat saya yang selalu boncengin saya waktu SMP dulu. Kita memang suka main motor ya,” kata Dedi yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat.

Dirinya dibonceng karena dulu belum memiliki sepeda motor. Kalau harus naik kendaraan umum alias angkot akan memakan waktu yang lama, dari rumahnya di Kampung Pasir Desa Kumbung ke sekolahnya di kawasan Kota.

Hobi itu masih berlanjut, saat masuk SMA Negeri 1 Majalengka pada 1992-1995. Jaraknya semakin jauh, sehingga Dedi berinisiatif menabung dan berhasil membeli motor dari hasil tabungannya.

“Motor pertama sayabitu GL Pro, harganya dulu masih Rp4,2 juta. Saya masih ingat betul,” kenang Dedi.

Dari sana awal Dedi semakin jatuh cinta dengan kuda besi alias motor, karena motor itu tidak hanya digunakan saat bersekolah. Dalam berkegiatan main dengan teman, GL Pro miliknya selalu dibawa kemana-mana.

Bahkan, dulu dirinya pernah bergabung ke dalam satu komunitas motor untuk mengaspal bersama sampai memodifikasi motornya.

“Tapi ingat. Bukan geng motor ya,” katanya sambil bercanda.

Dedi yang juga Pradan Pramuka, senang berkemah menggunakan yang jauh dari lokasi permukiman dengan sepeda motor. Hal ini juga yang kini sering dilakukan saat dirinya menjabat sebagai pejabat negara.

Memang pria ini senang mengeksplorasi wisata yang ada di Jawa Barat, dulu belum ada media sosial untuk dipublikasikan.

“Jadi memang dari dulu suka memperkenalkan wisata jawa barat, cuma dulu belum ada media sosial. Sekarang sudah lebih enak memperkenalkannya karena ada media sosial,” katanya.

Dalam setiap kesempatan berpetualang di alam jawa barat, Dedi tak pernah lupa bertegur sapa, berbincang dengan penduduk sekitar. Tujuannya untuk lebih dekat dengan sesama dan belajar dari kehidupan masyarakat lain.(rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Febrina