Wakil Ketua Tiga Satgas, Sri Utomo
Kepala Divisi Penanganan Satgas Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo.

RADARDEPOK.COM – Warga Kota Depok sudah tidak bisa leha-leha dalam protokol kesehatan (Prokes). Kamis (20/1), penambahan kasus terus naik signifikan. Dalam satu hari itu, ada 105 kasus konfirmasi positif baru. Artinya, saat ini pasien belum sembuh ada 443 pasein.

Kepala Divisi Penanganan Satgas Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menyebut, terdapat penambahan sebanyak 105 kasus konfirmasi positif. Dengan demikian, totalnya menjadi 106.339 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 3 orang, sehingga totalnya menjadi 103.724 orang atau 97,54 persen.

Sedangkan, kasus konfirmasi aktif naik 102 kasus dari hari sebelumnya. Lalu, suspek aktif naik 1 kasus dan kontak erat aktif juga naik 7 kasus, serta pasien probabel aktif 0 kasus atau tidak ada. “Kemudian, pasien meninggal tidak ada penambahan kasus. Dengan demikian, total keseluruhan tetap 2.172 orang,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (20/1).

Dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (protkes) 6M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Selain itu, Pemkot Depok juga meminta masyarakat untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup.

Kasus Covid-19 di Kota Depok dalam dua hari ini mengalami lonjakan tajam. Bahkan hari ini kasus aktif Covid-19 meningkat sacara signifikan. “Kemarin naik 75, case aktif sekarang 341,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati, Kamis (20/1).

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari lab provinsi dan pusat apakah di antara pasien aktif tersebut ada yang terpapar varian Omicron. “Kami masih menunggu hasil. Variannya apakah Delta atau Omicron, kita belum tahu. Tetapi info dari provinsi, (varian) Delta masih ditemukan dari kasus yang ada,” katanya.

Menurut dia, melonjaknya kasus aktif Covid-19 itu dikarenakan penularannya yang sangat cepat. Terutama bagi yang saling kontak erat sehingga sangat berisiko tertular. Misalnya ada yang terpapar di jalan kemudian menularkan ke keluarganya, sehingga terjadi klaster keluarga.

Mary mengaku sulit memastikan dari mana sumber penularan Covid-19, kecuali bagi yang sudah ditetapkan satu keluarga terkena semua. “Intinya sih dengan kondisi peningkatan kasus yang cukup tinggi, kita selalu mengingatkan ke masyarakat untuk kembali menerapkan prokes secara tepat dan jangan abai,” tegasnya.

Terkait kesiapan rumah sakit, ia memastikan sudah diantisipasi. Sebab berdasarkan prediksi epidemiolog bahwa pada Februari dan Maret akan kembali terjadi lonjakan varian Omicron.

“Dengan pengalaman di bulan Juni ketika lonjakan kedua, kita sudah antisipasi itu. Semoga tidak terjadi seperti itu,” harapnya.(rd)

Editor : Fahmi Akbar