DKR DEPOK
DKR Kota Depok saat menggelar aksi. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menanggapi Pemberitaan sebuah media yang memberitakan bahwa Ramuan 131 adalah Hoaks, Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menantang agar Kementerian Kesehatan RI membuat penelitian terkait manfaat ramuan 131.

Hal tersebut diungkapkan Pengurus Nasional DKR, Roy Pangharapan dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Depok di Jakarta, Selasa (25/01).

Menurut Roy, ramuan 131 yang terdiri dari satu jari jahe tiga batang sere dan 1 jari lengkuas hasil temuan dr. Sidi A adalah sangat bermanfaat buat rakyat untuk penyembuhan infeksi Covid-19 secara murah meriah.

“Fakta membuktikan ketika pada bulan Juni 2021 saya sakit. Atas saran bude Nanik, saya mengkonsumsi ramuan 131, dan Alhamdulillah sembuh,” jelas Roy Pangharapan.

Harusnya, sambung Roy Pangharapan yang juga Ketua DKR Kota Depok ini, pemerintah memberitakan apresiasi kepada para pihak yang telah ikut memberikan solusi konkrit di tengah wabah pandemi seperti ini.

“Iya dong, Pemerintah harus memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah terbukti banyak membantu masyarakat, seperti dr. sidi lewat ramuan 131, drh. Moh Indro Cahyono dengan cuci hidungnya dan banyak pihak lainya,” tegas Roy Pangharapan.

Menurutnya, banyak masyarakat di Kota Depok yang telah memberikan kesaksian atas keampuhan ramuan 131, seperti keluarga Dina dari Kecamatan Tapos, Kota Depok.

“Suaminya mengalami gejala yang mirip Covid-19 cukup minum ramuan 131 dan sembuh,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Roy Pangharapan, dari Alfan Effendi saat ibunya terpapar Covid-19.

“Disarankan untuk minum ramuan 131 dan sembuh,” ujar Roy Pangharapan.

Ia menjelaskan ada ratusan pasien yang didampingi DKR di seluruh Indonesia yang bisa bersaksi keampuhan ramuan 131 dan garam krosok.

“Tanpa ke rumah sakit cukup dengam garam krosok untuk membersihkan hidung dan mengkonsumsi ramuan 131 alhamdulliah semua sembuh,” jelasnya.

Roy Pangharapan justru bertanya mengapa orang sakit kebanyakan meninggal di rumah sakit disebut karena Covid 19.

“Berani gak kementerian kesehatan secara secara transparan mengevaluasi dan menyampaikan hasilnya ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan yang perlu dilakukan Kemenkes RI adalah segera mengadakan penelitian dan evaluasi, bukan memberikan pendapat yang tidak ada dasarnya.

“Saya menantang agar Kemenkes RI segera adakan penelitian terkait ramuan 131, supaya tidak asal njeplak tanpa dasar. Kemudian bikin dan menyebarkan hoaks menjelekan upaya masyarakat untuk sehat dari Covid,” tegas Roy Pangharapan.

Ia juga mempertanyakan mengapa Kementerian Kesehatan sampai membuat pernyataan kontra produktif seperti itu, di saat pemerintahan Presiden Jokowi sedang berusaha segala cara untuk menghadapi Covid-9.

“Apa kepentingan kementerian kesehatan? Bicara tanpa dasar penelitian yang jelas? Siapa yang suruh,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya sebuah media nasional telah menuliskan laporannya terkait ramuan 131 yang dinyatakan Hoaks, tanpa memberikan hak jawab penemunya, yaitu dr Sidi. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah