Ferdinand Hutahaean tersangka
Ferdinand Hutahaean (tengah)

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Ferdinand Hutahaean ditetapkan sebagai tersangka di kasus cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’ dan langsung ditahan tadi malam di Bareskrim Polri.

“Kita apresiasi Polri, bahwa Polri yang sudah benar-benar menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri bisa menegakkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Jadi hukum itu berlaku untuk siapa pun, tidak ada yang kebal hukum,” ujar Ketua DPP KNPI, Haris Pertama, Selasa (11/01).

Haris menegaskan, kalau KNPI tidak membenci Ferdinand, melainkan menolak perbuatannya yang berpotensi menimbulkan keonaran.

“Yang dicegah DPP KNPI dan kepolisian adalah bentuk keonaran yang akan menjadi nyata. Karena ini menyangkut ketuhanan. Karena apa yang dilakukan Bung Ferdinand ini sangat membuat gelisah. Dari siapa pun yang baca akhirnya kemungkinan akan menjadikan sebuah gejolak sosial yang susah untuk kita bayangkan,” sambung Haris.

Baca Juga : Setahun, PN Depok Jalani 14.470 Sidang

Ferdinand Hutahaean Tersangka dan Ditahan

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka di kasus cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’. Ferdinand Hutahaean ditahan Bareskrim hingga 20 hari ke depan.

“Penahanan penyidik 20 hari,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (10/01).

Ramadhan mengatakan, Ferdinand ditahan di rumah tahanan (rutan) Mabes Polri, Jakarta Selatan. Menurutnya, Ferdinand Hutahaean layak ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter.

“(Ditahan) di rutan cabang Jakarta Pusat di Mabes Polri. Hasil pemeriksaan dokter dari Pusdokkes, layak untuk dilakukan penahanan,” ucapnya.

Adapun Ferdinand Hutahaean sendiri diperiksa polisi sejak Senin (10/1) pagi, sekitar pukul 10.30 WIB. Pemeriksaan Ferdinand selesai pada pukul 21.30 WIB.

Lebih lanjut, Ramadhan membeberkan alasan kepolisian menahan Ferdinand Hutahaean. Ramadhan menyebut Ferdinand ditahan karena dikhawatirkan melarikan diri hingga terancam hukuman penjara di atas 5 tahun.

“Alasan penahanan yang dilakukan penyidik ada 2 alasan. Yang pertama alasan subjektif, dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri, dikhawatirkan yang bersangkutan mengulangi perbuatan lagi, dan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti,” jelas Ramadhan.

“Sedangkan alasan objektifnya, ancaman yang disangkakan kepada tersangka FH di atas 5 tahun,” imbuhnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya