AKRAB : Redpel Radar Depok Fahmi Akbar bersama penduduk lokal Pulau Komodo Ismail saat berada di Pantai Pink. FAHMI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Keindahan Pulau Padar menjadi bukti, Labuan Bajo memang pantas disemat sebagai destinasi wisata premium. Masih ada lagi yang pantas disuguhkan di  tanah Flores : Pantai Pink atau Pink Beach di Flores Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Laporan : Fahmi Akbar, Radar Depok

Panorama yang disediakan Pulau Padar, melepas semua kelelahan saat menapaki 816 anak tangga, dengan ketinggian 400 meter dari permukaan laut. Tim kembali bergerak. Masih ada tiga lokasi lagi yang menjadi tujuan, Sabtu (15/1) itu. Tepat pukul 08:00 WITA, tim mengulang kembali melihat pemandangan. Jalan menurun tetap tidak merasakan capek.

Hamparan hijau dan lautan luas, mengiringi tim menuju dermaga. Sekoci, lagi-lagi menjadi penghubung ke Kapal Sipakatau Bulukumba. Mesin kapal kembali menderu. Kapten Alfian langsung membalikan setir yang terbuat kayu. Tuas gas langsung digas panjang. Maklum, kala itu gelombang landai dan langit sangat cerah. Bukit hijau yang dipisah lautan terus menemani tim dalam mengarungi laut Labuan Bajo. Ragam, ada bukit yang botak pinggirnya ada juga yang bekas longsor. Pasir berwarna pink sudah terlihat. Asep anak buah kapal nyeletuk, bukan itu. Tapi, masih setengah jam lagi menuju Pantai Pink.

WARNA PINK : Redaktur Pelaksana (Redpel) Radar Depok Fahmi Akbar, mejeng di pasir Pantai Pink yang menyeguhkan keindahan bukit berwarna hijau, Sabtu (15/1). FAHMI/RADAR DEPOK

Pantai Pink yang tersohor keindahnya akhirnya tampak dari kejauhan 1 kilometer (KM). Kapten Alfian mengendurkan gasnya. Dia terus mencari balong yang agak rendah untuk menerjunkan jangkar. Warna Pink pantai memang menyolok mata. Entah kenapa pesiri pantai itu bisa seindah itu. Tim akhirnya tak berlama-lama di kapal. Sekoci kembali jadi andelan menuju Pantai Pink.

Enam lapak berdiri kokoh di pinggiran pantai. Hanya dengan bambu, kayu dan terpal. Penduduk lokal menawarkan makanan dan minuman. Pop mie, kopi, teh dan kelapa muda berjejer disetiap lapak. Tim langsung ke warung milik Ismail. Di dalam warungnya Ismail ditemani istri dan satu anaknya. Sementara tim, ada yang langsung menjajal alat snokling dan berenang di Pantai Pink. Semuanya terheran-heran kenapa pantai ini bisa berwarna pink.

Penulis pun bertanya. Berapa kepala muda itu. Ismail menjawab Rp30 ribu. Penulis kaget sejadinya. Umumnya, harga kelapa muda itu Rp10 hingga Rp15 ribu. Sudah tahu harganya. Direktur Radar Bogor Grup, Ira Nihrawati memesan kepala muda. Awalnya perempuan satu-satunya yang ikut ekpedisi Gerakan Anak Negeri itu, memesan minuman Sprite. Kopi juga agak mahal. Biasanya Rp3 ribu, di Pantai Pink dibandrol Rp10 ribu. Sementara Pop Mie ditebak harga Rp25 ribu. “Bapak Hazairin juga mau nanti. Tolong buka saja pak Ismail,” celetuk Ira.

Tim berpencar. Setiap anak perusahaan Radar Bogor Grup mulai memainkan hape-nya merekam gambar. Keindahan pantai jadi objek setiap kamera dan hape tim. Selepas memberikan minuman. Pemilik warung, Ismail mengaku  asli dan tinggal di Pulau Komodo. Dari Pantai Pink ke Pulau Komodo hanya setangah jam. “Kami setiap hari buka,” jelas pria bertopi ini.

MENYULAP : Inilah karang warna pink yang serpihannya bisa menyulap Pantai Pink.

Sambil menggendong anaknya yang tak mengenakan pakaian, Ismail menyebut ada enam lapak di Pantai Pink. Selama seminggu enam lapak yang ada bergantian. Misalnya dia. Sudah lima hari menjajakan dagangannya di Pantai Pink. Jadi, ada waktu satu hari lagi waktu berjualannya. “Minggu depan saya baru jualan lagi. Besok (16/1) waktu saya terakhir jualan,” bebernya.

Sistem bergilir ini, kata Ismail, supaya warungnya tidak berlama-lama menyimpan sampah. Setiap sampah yang dihasilkan wajib dibawa kembali ke Pulau Komodo. Jadi, warung tiap harinya bersih dari sampah. “Setiap warung yang memiliki tempat sampah. Dan Jadi tanggung jawab pemilik warung sampah yang dihasilkan,” ungkapnya.

Biaya penyebrangan dari Pulau Komodo menuju Pantai Pink Rp25 ribu satu orangnya. Makanan dan minuma agak mahal menurutnya biaya transportasi yang masih jarang. Dan harganya yang masih mahal setiap berangkat ke warung. “Saya kalau berberjualan bertiga jadi bianyanya besar,” katanya dipinggiran lapak.

Ismail mengutarakan, pasir ini berwarna pink berkat hancuran karang yang memang berwarna pink. Di dasar laut dekat pantai banyak sekali karang berwarna merah muda ini. Pantai Pink di sini beda dengan yang berada di Lombok. Mungkin warna yang dihasilkan sama darim karang. “Pink ini asli dari serpihan karang bukan buatan. Natural,” ungkap bapak anak dua ini.

Tim masih terus mengeksplor keindahan Pantai Pink. Kebutuhan konten buat media digital dimanfaatkan setiap anak perusahaan Radar Bogor Grup. Youtube Bang HS merekam keindahan bawah laut Pantai Pink. Dan juga menerbangkan drone untuk maksimalkan gambar dari jarak jauh untuk merekam bentangan spanduk tiap anak perusahaan Radar Bogor Grup.(Bersambung)