angkur beras gerakan anak negeri
BERIKAN BERAS : CEO RBG, Hazairin Sitepu sedang memantau pemberian beras seberat 500 kilogram untuk warga di Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, (15/1). FAHMI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Tak hanya ekspedisi. Gerakan Anak Negeri juga membawa misi kemanusiaan. Dalam Kapal Pinisi Sipakatau Bulukumba, tersimpan rapih 500 kilogram (Kg) beras guna diberikan ke warga Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Laporan : Fahmi Akbar, Radar Depok

Komodo lemas jadi perbincangan hangat dalam tim Gerakan Anak Negeri. Disela-sela perjalanan, topik Komodo menjadi-jadi. Ada yang mengira Komodo tak berdaya memang sudah disetting. Dugaan itu muncul setelah beberapa kali dicek di internet foto dengan Komodo tak berubah (Komodo lemas). “Sepertinya memang sudah direkayasa. Di dunia maya pose seperti kita banyak. Lokasinya juga sama,” jelas Wakil Pemimpin Redaksi Radar Bekasi, Miftakhudin.

Azan Ashar menggema saat kapal ingin merapat ke Desa Komodo. Kala itu jam menunjukkan pukul 15:02 WITA. Perjalanan dari wisata Taman Nasional Komodo (TMK), sekira 20 menit menuju permukiman. Kapal hanya memutar haluan di pulau yang sama. Jarak sekitar 50 meter akhirnya Kapten Alfian mematikan mesin kapal. Anak buah kapal (ABK) menerjunkan jangkar.

Pertama, didahulukan 500 Kg beras yang disebrangkan via sekoci ke tepian. Terus dilanjut dengan rombongan tim. Terakhir di atas sekoci CEO Radar Bogor Grup (RBG) Hazairin Sitepu, Direktur RBG Ira Nihrawati, tour guide H Asep dan penulis. Aksi jarang terjadi. Raihan, Faqih, Rusdi, Aziz, Alif, dan Maulana melompati dermaga menceburkan diri kelaut. Terus berulang. Sampai-sampai CEO RBG dan penulis mengabadikan aksinya tersebut.

Tanpa gadget dan mainan anak-anak itu bahagia. Raihan, Faqih, Rusdi, Aziz, Alif, dan Maulana menjawab dengan lantang menimba ilmu di SDN Pulau Komodo. Enam sekawan ini selalu menghabiskan waktu di ujung dermaga bermain lompat air. Sebelum bermain, keenamnya mengaji dahulu. “Ngaji Iqro dan Al-quran,” sambut keenamnya.

anak pulau
BAHAGIA : Redaktur Pelaksana (Redpel) Radar Depok, Fahmi Akbar bersama anak-anak Desa Komodo yang habis bermain lompat air di laut, Sabtu (15/1).

Rusdi mengatakan, di Desa Komodo hanya ada satu SD dan SMPN 4 Satap Pulau Komodo. Saat menimba ilmu sekolah selalu ramai. Teman-teman merasa tidak khawatir hidup berdampingan dengan Komodo. “Walau pernah ada yang digigit, kami merasa tidak kawatir hidup disini. Malah senang,” ujar siswa kelas V ini.

Tim pun sudah beraksi. Semua tim bahu-membahu memindahkan beras 500 kilogram dari dermaga ke lokasi balai pertemuan Desa Komodo. Selesai mengangkat, CEO RBG, Hazairin Sitepu mengungkapkan, ini ala kadarnya. 1/2 ton beras diturunkan semuanya kesini, silahkan mohon di terima. “Salam untuk warga yang ada disini dari kami Gerakan Anak Negeri,” terang Bang HS –sapaan Hazairin Sitepu-.

Kepala Dusun (Kadus) Desa Komodo, Muhammad Sidiq mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sudah sedikit memberikan. Semoga pemberian ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Komodo. “Saya ucapkan terimakasih atas bantuannya,” katanya.

Bang HS menanyakan, ada berapa anak di sini. Dan sekolahnya gimana.

Kadus menjawab, sekolah SD dan SMP masih ada satu, begitu juga dengan SMA hanya satu. Dia mengajukan pembangunan sekolah kembali kepada pemerintah setempat. Padahal, tanahnya sudah disiapkan. “Kami sudah siapkan pak tanahnya,” terang kadus.

Bang HS menimpali dengan kata, ya begitu pemerintah. Harus terus ditanyakan ya.

Beres memberikan beras, tim tak langsung melipir pulang. Kadus saat berbincang dengan CEO RBG menyebut, ada Komodo di desanya. Tim sontak langsung meminta untuk bisa ditemukan dengan Komodo itu. Kadus bersama beberapa anggota tim Gerakan Anak Negeri menyambangi lokasi. Kadus pulang dahulu mengambil kayu bercagak mirip kayu yang dipegang penjaga Taman Nasional Komodo (TMK). Setelah mengambil kayu, Kadus dan tim bergegas ketempat Komodo. (Bersambung)