kenaikan gas LPG biru
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Liquifed Petroleum Gas (LPG) Nonsubsidi atau LPG tabung dengan ukurang 12 kilogram (Kg) yang berwarna biru, di pasaran ritel atau end user kini harga jualnya mencapai Rp 175 ribu – Rp 177 ribu.

Salah satu Penjualan LPG 3 kg di daerah Depok, Jawa Barat membanderolnya dengan harga Rp 175 ribu. Sedangkan, untuk harga LPG 12 kg di daerah Cilengsi, Bogor harganya menjadi Rp 177 ribu.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga LPG Nonsubsidi. Kenaikan harga LPG Nonsubsidi itu disesuaikan per daerah atau lebih tepatnya antara Rp 1.600 – Rp 2.600 per Kg.

Melalui Pertamina Call Centre 135, diketahui bahwa misalnya, untuk harga LPG tabung 12 kg senilai Rp 163 ribu atau Rp 13.584 per kg untuk wilayah Jakarta tepatnya Jakarta Selatan.

“Harga LPG 12 kg di Depok dengan wilayah Jawa Barat Rp 163 ribu,” terang Admin Pertamina Call Centre.

Baca Juga : Kriteria DTKS di Depok Harus Dikomunikasikan

Sebelumnya, Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading, Irto Ginting meyebutkan, bahwa penyesuaian harga LPG non subsidi yang dilakukan oleh Pertamina ini untuk merespon tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang tahun 2021.

Di mana pada November 2021 mencapai US$ 847 per metrik ton, harga tertinggi sejak tahun 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021.

“Penyesuaian harga LPG non subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74% lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu,” ungkap Irto, Senin (27/12/2021).

Seperti diketahui, besaran penyesuaian harga LPG non subsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5% berkisar antara Rp 1.600 – Rp 2.600 per Kg. Perbedaan ini untuk mendukung penyeragaman harga LPG ke depan serta menciptakan fairness harga antar daerah

Yang jelas, LPG subsidi 3 Kg yang secara konsumsi nasional mencapai 92.5% tidak mengalami penyesuaian harga, tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya