harga minyak masih mahal
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM, BEJI – Harga minyak goreng di Pasar Kemirimuka masih terlampau tinggi.

Pedagang di Pasar Kemirimuka, Yuliana mengatakan, harga minyak goreng yang dia jual masih Rp 22.000 perliter.

Sedangkan Kementrian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan kebijakkan satu harga minyak goreng seharga Rp 14.000 perliter.

“Harga minyak goreng masih segitu dari agennya belum turun. Disini rata-rata pada jual Rp 22.000 perliter belum tau kapan turunnya,” katanya.

Harga minyak goreng yang masih tinggi pun berimbas pada sepinya konsumen yang membeli minyak goreng ditempat Yuliana. Dari yang tadinya enam sampai tujuh orang sekarang hanya satu dan dua orang saja dalam sehari, bahkan bisa sampai tidak ada pembeli.

Hal ini menjadi problema bagi pedagang minyak goreng seperti Yuliana dan pedagang lainnya. Sehingga, harus menambah dagangan lain selain minyak goreng.

“Kalo kita jual minyak goreng doang tidak bisa hidup. Jadi kita nambah beberapa dagangan lain seperti sembako gitu,” ujarnya.

Ditempat terpisah, pegawai Indomaret di kawasan Kecamatan Beji, Indra J mengatakan, dalam waktu tiga jam minyak goreng telah habis diborong masyarakat.

“Langsung habis, stok pun ludes,” jelasnya.

Untuk antisipasinya terhadap serbuan ibu-ibu yang mencari minyak goreng Indra pun terpaksa menulis noted “minyak habis” di rak khusus minyak goreng. 

Menurut keterangan Indra, setiap hari selalu saja ada ibu-ibu yang mencari minyak goreng padahal persediaannya telah habis. Tak sedikit pula ibu-ibu yang mengeluh karena tidak kebagian minyak goreng. (rd/cr1)

 

Jurnalis : Nurhidayati Fauna

Editor : Pebri Mulya