DME pengganti LPG
DME dikabarkan akan menggantikan peran dari LPG.

RADARDEPOK.COM – Proyek hilirisasi batu bara di Kabupaten Muara Enim telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Proyek ini menghasilkan dimethyl ether (DME) yang dikabarkan menjadi pengganti liquified petroleum gas (LPG).

Jokowi mengatakan, nilai impor LPG sangat besar bahkan mencapai Rp 80 triliun. Itu pun belum ditambah dengan subsidi yang mesti disalurkan ke masyarakat yang mencapai Rp 60 triliun hingga Rp 70 triliun.

DME adalah hasil olahan atau pemrosesan sedemikian rupa dari batu bara berkalori rendah. Sifatnya serupa layaknya LPG, meski panas yang dihasilkan sedikit lebih rendah.

Bedanya, untuk bahan dasar LPG dari minyak bumi, sedangkan DMR berbasis batu bara. Bentuk akhir DME nantinya akan disalurkan sama seperti LPG yakni dalam bentuk tabung.

“DME nanti bentuknya tabung, seperti LPG saja,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.

Baca Juga : Depok ke Level 3, Sehari 127 Kasus Covid-19

Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, DME juga bisa dicairkan sebagaimana LPG, sehingga bisa dikemas dalam bentuk tabung ke masyarakat.

“Prinsipnya DME juga dapat dicairkan seperti halnya LPG dan dapat didistribusikan ke konsumen dalam bentuk kemasan tabung seperti halnya LPG,” tuturnya.

Pemilihan DME untuk substitusi sumber energi bagi pemerintah juga mempertimbangkan pada dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20%. Kalau LPG per tahun menghasilkan emisi 930 kg CO2, dengan DME hitungannya akan berkurang menjadi 745 kg CO2.

Sementara, Jokowi telah melihat langsung pemakaian DME ini. Dia bilang, api yang dihasilkan DME sama saja dengan dengan api yang dihasilkan dari LPG.

“Hampir mirip dengan LPG tadi saya sudah melihat, bagaimana api kalau dari DME untuk memasak dan api yang dari LPG kalau untuk memasak, sama saja,” ujar Jokowi. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya