Lurah Sabar, Rahwana. INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

Musim hujan yang diselingi beberapa hari tanpa hujan, menjadi musim perkembang biakan nyamuk aider aigepty, yang menjadi pelaku utama penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk itu, Lurah Sawagan Baru (Sabar), Kecamatan Sawangan, Rahwana rutin mengajak warganya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, SAWANGANBARU – Ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Kelurahan Sabar, Lurah Sabar Rahwana, tampak beru saja menyelesaikan salat dzuhur. Setelah selesai, dia kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaanya.

Sembari memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya, Rahwana mengaku bersyukur, selama menjabat di Kelurahan Pasput beberpa bulan belakangan, hingga saat ini belum ada ditemukan laporan mengenai penyakit DBD di wilayahnya.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan. Bahkan saya tanya Kepala Puskesmas Sawangan juga menyatakan mereka belum menerima laporan mengenai DBD di sini,” ucap Rahwana, Kamis (13/01).

Hasil ini tidak lepas dali kepedulian pihaknya dan warga di sana dalam menjaga kebersihan lingkungan, karena kebersihan merupakan salah satu tameng penjaga dari serangan berbagai penyakit.

“Saya sering bilang ke warga, jangan sampai kita terlalu fokus untuk menaati protokol kesehatan karena pandemi Covid-19, tetapi jadi lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan rumah kita, karena DBD juga mengintai kita dan tidak kalah berbahaya,” tuturnya.

Akan tetapi, sejauh pengamatannya di lapangan, imbauan itu dijalankan dengan baik oleh warga, maupun kader juru pemantau jentik (Jumantik), yang rutin melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan warga.

“Saya juga bersyukur, kader dan warga kami ini peduli akan kebersihan lingkungan, sehingga hasil nol kasus DBD ini bisa kita pertahankan sampai sekaran,” demikian tutup Rahwana. (*)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Ricky Juliansyah