cabul
UNGKAP : Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kapolrestro Depok, dan Kasat Reskrim, saat menggelar ungkap kasus pencabulan di kawasan Beji, belum lama ini. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berkas Perkara Tersangka MMS (52) yang disangkakan melakukan pencabulan kepada 10 muridnya, di Beji, dikirim kembali oleh Jaksa Peneliti kepada penyidik Polres Metro Depok, Kamis (30/12).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu mengatakan, pengembalian berkas agar penyidik melengkapi kekurangan formil dan materil.

Jaksa Peneliti yang dipimpin langsung oleh Pak Kajari, Sri Kuncoro beserta Tim, sudah memberikan beberapa petunjuk untuk dilengkapi oleh penyidik baik kelengkapan formil serta kekurangan materil guna melengkapi pasal yang disangkakan,” ungkap Rio kepada Radar Depok, Jumat (31/12).

Rio menambahkan, Jaksa Peneliti juga sudah langsung berkoordinasi dengan penyidik terkait dengan kekurangan formil dan materil sebagaimana informasi Jaksa Peneliti bahwa kekurangan formil dan materil akan segera dilengkapi penyidik dan tidak ada kendala penyidik dalam melengkapi kekurangan materil dan formil yang diminta Jaksa tersebut.

Lebih lanjut, Rio menuturkan, Kejaksaan Negeri Depok menaruh perhatian serius terhadap kasus dugaan pencabulan ini dengan membentuk Tim Jaksa Peneliti dan Bapak Sri Kuncoro selaku Kajari Depok turun langsung menjadi Ketua Tim bersama dengan 3 orang jaksa.

“Pak Kajari ketua timnya dan beranggotakan Arief Syafrianto, Putri Dwi, dan Alfa Dera,” jelas Andi Rio.

Selanjutnya, Rio menerangkan, Kejaksaan Negeri Depok selain sebagai Jaksa Pengendali perkara nantinya melalui seksi Intelijen juga akan berkordinasi dengan Pemerintah Kota depok agar para korban ini dapat diberikan perhatian oleh pemerintah Kota depok sehingga bukan hanya melakukan proses pemidanan tetapi dapat optimal juga dalam pemulihan Hak-Hak Korban.

Kami juga melalui Seksi Intelijen telah melalukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Depok untuk dapat berkolaborasi bersama melakukan terobosan dan memberikan masukan yang tepat untuk dapat mencegah terjadinya tindak pidana terhadap anak atau Pelaku anak sehingga tercapai Kota Depok yang ramah anak. Kita akan ajak organisasi perangkat daerah terkait untuk dapat melihat statistik data Kriminal yang ada di Kejaksaan Negeri Depok,” tuturnya.

Kajian dari sisi Krimininologi ini, kata dia, dengan harapan pemerintah daerah dapat mendapat penyebabkan adanya tindak pidana dengan korban anak dan pelaku anak berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabakan. “Berdasarkan keilmuan sehingga Pemerintah Kota Depok dapat tepat membuat kebijakan program dalam upaya menjadikan Kota Depok sebagai Kota Layak Anak,” tegasnya.

Rio menyinggung terkait maraknya pelaku anak yang melakukan kekerasan tawuran sampai ada beberapa data adanya korban jiwa, nanti data ini dikaji apakah penyebab internal dan ekseternal para anak Pelaku ini melakukan tindak pidana kekerasan selanjutnya apakah solusinya cukup imbauan atau patroli, seperti yang dilakukan saat ini. Atau perlu dibuat terobosan yakni sekolah yang ada dikota Depok perlu diadakan turnamen beladiri.

Selanjutnya juga perlu dikaji berdasarkan data statistik apakah jumlah sekolah di kota Depok sudah proporsional dengan jumlah penduduknya. Banyak aspek yang nantinya akan dikaji sehingga menemukan formulasi yang pas,” pungkas Rio. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro