kajari depok
Kajari Kota Depok, Sri Kuncoro

RADARDEPOK.COM – Agung Sugiarti dan Acep sudah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan. Kedua tersangka disangkakan dengan kasus yang berbeda, Agung Sugiarti korupsi belanja seragam PDL dan sepatu PDL pada tahun anggaran 2017-2018. Bendahara Pengeluaran Pembantu Damkar, Acep jadi tersangka korupsi pemotongan upah atau penghasilan tenaga honorer tahun anggaran 2016-2020. Dari dasar itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok memastikan ada tersangka baru.

“Iya memang ada (Tersangka baru), tapi kami masih belum tahu akan masuk kemana ya. ini kan kasus lama,” singkat Kepala Kejari Depok, Sri Kuncoro.

Sementara, Kasi Intelijen Kejaksaan Depok, Andi Rio Rahmat membeberkan, untuk dua perkara yang telah dinaikan penyidikan dengan tersangka Agung Sugiarti yang disangkakan dengan pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU RI no 31/1999 sebgaimana telah diubah menjadi UU RI no 20/2001  tetang pemberantasan Tipikor Junto pasal 55 KUHP.

Dan tersangka Acep yang disangkakan pasal Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 9 UU RI no 31/1999 sebgaimana telah diubah menjdi UU RI no 20/2001 tentang pemberantasan Tipikor. “Pihak penyidik telah memeriksa kurang lebih 50 saksi dari mulai Kepala Dinas Damkar Kota Depok, pegawai ASN dan non ASN serta beberapa penyedia,” jelas kepada Harian Radar Depok, Minggu (2/1).

Dan untuk rencana pemeriksaan tersangka atau perihal apakah dilakukan penahanan, Rio meminta mohon untuk bersabar. Jika ada update terbaru akan disampaikan ke rekan media. Sebab saat ini, rekan penyidik pidsus sedang bekerja melaksanakan proses penyidikan secara profesional dan proporsional.

Dilokasi terpisah, Kuasa Hukum Sandi Butar Butar, Razman Nasution juga mengapresiasi tentang keberanian Kejaksaan Depok yang telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi.

“Jelas saya apresiasi ini. Terima kasih kejaksaan. Tapi jangan berhenti sampai disini, kalau memang ada keterlibatan pejabat lainnya harus juga ditetapkan tersangka,” ungkapnya kepada Radar Depok, Minggu (2/1).

Menurutnya, tentu akan ada keterlibatan para pejabat yang lebih tinggi kedudukan atas kasus korupsi tersebut. Sehingga terlihat secara terang benderang siapa yang terlibat.

Sementara itu, Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemerintah Kota Depok menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum, terkait dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Namun, Idris meyakini, aparat penegak hukum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kita serahkan nanti, kita serahkan kepada aparat hukum untuk bisa menyelesaikan semuanya,” ujar Idris, usai acara pelantikan ASN di Balaikota Depok, Jumat (31/12/2021).

Idris akan mendengarkan terlebih dahulu terkait adanya dugaan kasus korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, maupun terkait ASN yang ditetapkan tersangka. Selain itu, Pemerintah Kota Depok akan menunggu surat resmi terkait penetapan ASN menjadi tersangka. “Saya belum mendapatkan surat resmi dan nanti kita ikuti aparatur bagaimana bisa menyelesaikan,” tandas walikota.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar