PELATIHAN : Wakil WaliKota Depok, Imam Budi Hartono menghadiri pelatihan pembuatan eco enzym di Aula Kantor Kecamatan Cilodong, Senin (24/01).FOTO:ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Kecamatan Cilodong menggelar acara Pelatihan Eco Enzyme yang dihadiri oleh Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cilodong. Senin (24/1).

Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengajak warga di Kecamatan Cilodong untuk mulai memilah sampah langsung dari sumbernya atau rumah tangga. Hal ini dilakukan untuk mendorong terwujudnya  Kota Depok terbebas dari sampah atau zero waste city di 2024.

“Depok sudah dalam keadaan darurat sampah, TPA Cipayung sudah overload. Stop buang sampah dan mulai dengan cara memilahnya,” ucap IBH saat membuka kegiatan pelatihan pembuatan Eco Enzym di Aula Kantor Kecamatan Cilodong, Senin (24/01).

Camat Cilodong, Supomo mengungkapkan, salah satu mengolah sampah menjadi beragam produk bermanfaat berdaya jual, salah salah satunya Eco Enzyme.

“Eco Enzyme merupakan cairan serba guna dari olahan sampah yang manfaatnya banyak banget, contohnya bisa untuk pupuk maupun obat gatal,” ujarnya kepada Radar Depok, Senin (21/7).

Dirinya menjelaskan, dengan Eco Enzyme ini diharapkan dapat mengurangi global warming (pemanasan global). Cara kerjanya dengan mengolah  sampah organik, seperti sisa buah dan sayuran menjadi cairan multiguna dengan mengolah dan difermentasi.

“Hasil dari fermentasi limbah tersebut,  bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, seperti rumah tangga, pertanian, dan peternakan, berupa pupuk alami dan pestisida yang efektif,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Bank Sampah Induk Rumah Harum, Hermansyah menjelaskan, pihaknya menggelar pelatihan pembuatan eco enzym yang diikuti oleh pengurus unit bank sampah di Kecamatan Cilodong. Menurutnya, eco enzym merupakan salah satu cara terbaik untuk memanfaatkan limbah sampah organik yang didaur ulang dilarutkan dengan air selama tiga bulan.

Hermansyah menyebut, setelah tiga bulan cairan eco enzym dapat diolah kembali menjadi produk tepat guna. Seperti sabun, shampo, hingga disinfektan.

“Pada pelatihan kali ini peserta dibekali ilmu mulai dari proses pemilihan sampah buah-buah dan sayuran, pembuatannya, sampai cairan yang dihasilkan diolah kembali jadi produk. Banyak manfaat yang didapat dari eco enzym ini,” tandasnya.(rd/van)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Febrina