wali pantau vaksin booster
PANTAU BOOSTER : Walikota Depok Mohammad Idris saat memantau pemberian vaksin booster kepada penerima lansia di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rabu (12/1). ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mesti segera mendistribusikan vaksin ketiga atau booster ke Kota Depok. Dari sasaran target yang mencapai 1 jutaan jiwa, saat ini baru menerima vaksin booster sebanyak 4.000 dosis. Tak ayal, hingga kemarin (13/1) Kota Depok masih fokus pelayanan vaksin booster di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, saat ini vaksin booster atau dosis ketiga telah sampai di Kota Depok. Meski demikian, lokasinya hanya satu titik yakni di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Kecamatan Beji. “Vaksin booster Kota Depok saat ini baru dilaksanakan di RSUI,” ungkap Mary kepada Radar Depok, Kamis (13/1).

Mary mengungkapkan, saat ini belum ada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) maupun Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Kota Depok, yang melayani penyuntikan vaksin dosis ketiga tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tengah menunggu distribusi vaskin dosis ketiga dari Kemenkes. “Untuk di puskesmas maupun fasyankes lain masih menunggu droping vaksin dari Kemenkes,” ujarnya.

Penerima booster, sebut Mary, merupakan kaum Lanjut Usia (Lansia) dan kelompok yang dianggap rentan tertular virus mematikan tersebut. Saat ini telah tersedia 4.000 dosis vaksin dosis ketiga di Kota Depok dengan jenis pfizer. Sesuai arahan pemerintah pusat. “Prioritas untuk lansia dan kelompok rentan,” sebutnya.

Sebelumnya, Walikota Depok, Mohammad Idris menerangkan, pemberian vaksin ini menyasar kepada Lansia dan kelompok rentan, kategori tersebut menjadi penerima yang diutamakan. “Dosis tiga ini, dosisnya memang lebih rendah. Dosisnya setengahnya. Kalau pfizer biasanya itu 0,3 sekarang jadi 0,15,” jelas Idris kepada Harian Radar di RSUI, Rabu (12/1).

Walikota memastikan, booster ini akan diberikan secara gratis yang disalurkan dari Pemerintah Pusat. Kelompok rentan yang dimasuk Idris meliputi. Pertama, masyarakat yang punya penyakit bawaan. Kedua, masyarakat yang banyak berinteraksi dengan orang banyak, seperti guru, Pol PP, Dishub, Damkar, termasuk masyarakat di pasar.

Kelompok tersebut masuk dalam kategori prioritas dalam pelayanan vaksinasi tahap ketiga atau vaksin booster. Rencananya vaksin booster ini akan berlangsung di puskesmas yang ada di Depok. Namun, saat ini masih dilakukan secara bertahap. Lokasi yang baru membuka layanan vaksin booster adalah RS UI.

Dilokasi yang sama, Direktur Utama RSUI, Astuti Giantini menyampaikan, berhasil melangsungkan vaksinasi lanjutan (booster) perdana. Target setiap harinya sebanyak 300 sampai 500 peserta sesuai dengan ketersediaan vaksin. “Sasarannya kami mengikuti arahan Dinas Kesehatan Kota Depok ya,” jelasnya.

Adapun sasaran Dinkes Depok, untuk kelompok lansia usia 60 tahun ke atas dan pendamping lansia usia minimal 18 tahun. Satu pendamping lansia wajib membawa minimal 1 orang lansia.

Ditekankan Astuti, vaksin booster dapat diberikan kepada peserta yang telah mendapatkan vaksin dosis ke 1 dan 2 secara lengkap dengan jenis Sinovac, dan jaraknya minimal 6 bulan dari dosis kedua. “Persyaratannya, peserta harus memiliki tiket vaksin booster yang terdapat di aplikasi PeduliLindungi. Pendaftaran juga bisa dilakukan di web resmi milik RSUI,” beber Astuti.

Hasil dari penelitian yang diinstruksi Pemerintah Pusat, untuk vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua dengan Sinovac. Maka, akan diberikan vaksin booster sebanyak setengah dosis dengan Pfizer atau AstraZeneca.

Untuk vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua dengan AstraZeneca, maka akan diberikan vaksin booster sebanyak setengah dosis dengan Moderna.(ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar