lukisan
SERAHKAN LUKISAN : GM Radar Depok, Iqbal Muhammad (kiri) menerima lukisan burung murai dari pelukis asal Tegal, Syamsudin (kanan). INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

Setiap orang memiliki potensi dan keahlian di dalam dirinya masing-masing. Jika mampu menggali potensinya, tak jarang orang bisa meraih kesuksesan. Tinggal bagaiamana orang itu mau untuk menggali potensinya. Hal ini terbukti dalam kehidupan Syamsyudin yang mempau mengembangkan potensi dalam dirinya sebagai pelukis.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Jumat siang, selepas ibadah Salat Jumat, Kantor Redaksi Radar Depok di Ruko Verbena Blok A No.16 Boulevard Grand Depok City, kedatangan sesosok pria dengan kacamata frameless lensa photocromic grey.

Pria itu datang dengan sebuah benda berbentuk persegi panjang dengan ukuran 30×60 cm, dibalut dengan lapisan kertas yang dtenteng di tangan kanannya. Pria itu adalah seorang seniman lukis asal Tegal, Jawa Tengah, bernama Syamsudin.

Kedatangan Syamsudin ke kantor Radar Depok untuk menyerahkan sebuah lukisan bergambar seekor burung murai batu cantik, yang dilukis dengan tangannya sendiri, sebagai kenang-kenanganya sebelum kemabli ke kampung halamannya di tegal.

Saya mau kasih lukisan ini untuk Radar Depok , sebagai kenang-kenangan,” ucap Syamsudin sembari menyerahkan lukisan yang diterima langsung oleh GM Radar Depok, Iqbal Muhammad.

Setelah menyerahkan lukisan itu, Syamsudin duduk sejenak di ruang tamu kantor Radar Depok sembari bercengkrama dengan wartawan yang ada di sana.

Sebenarnya saya ini tak punya cita-cita menjadi pelukis seperti sekarang ini. Semuanya seperti sebuah ketidak sengajaan yang sudah digariskan Ilahi,” katanyanya.

Sebenarnya, Syamsudin sempat menetap di Depok pada tahun 2015 silam. Saat itu dia baru saja menamatkan sekolah menengah kejuruannya di Tegal.

Saya diajak teman kampung yang buka Warung Tegal (Warteg) di Sukmajaya, kerja sama dia untuk jadi pramusaji di Wartegnya,” tuturnya.

Pada pertengahan 2015, dia mulai iseng-iseng menyalurkan hobinya menggambar selepas menjaga Warteg. Hobinya dalam menggambar bukan lahir begitu saja. Sebab, dia memiliki background sebagai lulusan sekolah menengah kejuruan jurusan seni ukiran kayu. Bahkan saat praktik kerja lapangan di sebuah toko meubel sebagai juru ukir kayu.

Dulu saya suka ngukir kayu jepara untuk kursi atau pintu lemari. Baik dari proses menggambar hingga memahatnya saya bisa, itulah kenapa saya hobi menggambar,” ucapnya.

Awalnya, dia menggambar tokoh superhero di sebuah buku gambar A4 dengan pensil warna. Lalu gambar-gambarnya dipamerkan kepada pelanggan yang datang ke Warteg tempatnya bekerja.

Saya kalau warung udah tutup ke toko buku, untuk beli peralatan menggambar. Terus kalau udah selesai gambar, saya tunjukkin ke beberapa langganan warung tempat kerja saya, salah satunya bang Ricky Juliansah, wartawan disini,” ujarnya.

Lama kelamaan, dia mulai memberanikan diri untuk mengeksplorasi bakat menggambarnya ke dunia seni lukis. Dia membeli peralatan melukis dan mencoba untuk melukis wajah orang, lewat media kanvas, kuas, dan cat khsusus melukis.

Salah satu lukisan yang bikin saya bangga dulu itu, waktu ngelukis wajah bang Ricky Juliansah. Di situ saya merasa senang, sebagai pelukis amatiran tapi karya saya diapresasi bahkan lukisan saya dipajang di sebuah toko Zippo di Depok, tempat nongkrongnya bang Ricky,” imbuhnya. (bersambung)

Editor : Junior Williandro