lukis
DIPESAN PEJABAT : Syamsudin sedang menyerahkan lukisan pesanan Ketua DPP PPP Qonita Lutfiyah. INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

Totalitas Syamsudin untuk menjadi seniman lukis tidak tanggung-tanggung. Walau sudah mampu untuk melukis lewat cara otodidak, dia tetap haus akan ilmu sehingga mencari guru untuk memantapkan kemampuan melukisnya.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM, Ketekunan dan kegigihan Syamsudin dalam membuat karya serta memasrkannya, mengantarkannya pada sebuah episode baru dalam hidup. Kurang lebih hamper stau tahun berjuang dengan karya lukis, seoarang sahabat yang sudah lama tidak dijumpainya mendatangi kediaman Syamsudin.

Kedatangan sahabatnya bukan untuk membeli karyanya apalagi menyewa jasa Syamsudin. Melainkan menawarkan Syamsudin untuk dikenalkan ke seorang pelukis senior kenamaan di Tegal.

Sahabat lama saya ini bilang ke saya, kamu serius mau jadi pelukis. Ayo saya anterin ke orang yang bisa ngajarin kamu supaya lukisan kamu lebih bagus,” ucap Syamsudin menceritakan kisahnya.

Tanpa berpikir panjang, tawaran tersebut langsung diterima Syamsudin. Selang beberapa hari kemudian, Syamsudin akhirnya bertemu dengan seorang guru yang dijanjikan sahabatnya. Di sana dia berkenalan dengan guru lukis itu, sambil membahas beberapa teori mengenai seni lukis.

Guru saya ini unik. Saya dikasih syarat sama dia kalua mau jadi muridnya, harus menyembunyikan identitas guru saya ini ke orang lain. Kalua saya setuju untuk tidak mengungkapkan siapa guru saya, baru dia mau ngajarin saya,” ujarnya.

Menurut dia, gurunya ini memang terkenal pemilih dan tidak sembarang dalam menjadikan orang muridnya. Dia sendiri tidak tahu pasti apa motif gurunya tidak mau mengungkapkan jati dirinya sebagai seorang guru.

Tapi yang saya dengar, banyak yang mau belajar sama dia tapi ditolak. Sejauh ini yang saya tahu baru saya aja yang diajarin sama dia, makanya kalua sampai ada yang tahu akan menimbulkan kecemburuan sosia,” tuturnya.

Kegiatan belajar melukis yang pertama kali dilakukan dia dan gurunya adalah menilai sejauh mana kualitas lukisan yang dibuat Syamsudin.

Saya disuruh ngelukis terus habis itu dikoreksi sama dia dan dibenerin,” ucapnya.

Ilmu yang dipilih Syamsudin adalah Teknik melukis realis. Hal ini dipilih karena dia mengaku senang dalam melukis orang dan tekniknya dirasa tidak begitu sulit dibanding teknik melukis lainnya.

Saya diajarin cuma tiga bulan, habis itu dilepas karena dianggap sudah mampu untuk melukis realis atau mirip dengan objek aslinya,” terangnya.

Setelah berguru tiga bulan, ilmu yang dimiliki Syamsudin ternyata tidak sisa – sia. Penjualan karyanya melesat tajam. Setiap minggu satu dua karya lukis berbagai ukuran laku terjual. Bahkan beberapa pejabat pemerintah dan tikoh partai politik sudah memesan lukisannya.

Karya saya sudah sampai ke Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan Ketua DPP PPP Qonita Lutfiyah,” pungkasnya. (*)

Editor : Junior Williandro