minyak goreng
BURU PENIPU : Kuasa Hukum Korban Penipuan Minyak Goreng, Muhammad Asrul Ramadhan bersama korban datang ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus penipuan minyak goreng yang merugi hingga Rp2,5 miliar, Rabu (12/1). ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus dugaan penipuan minyak sayur masuk dalam babak baru, pasalnya korban didampingi kuasa hukum telah melaporkan perkara tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor : LP/B/191/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, Rabu (12/1).

Kuasa Hukum Korban Penipuan, Muhammad Asrul Ramadhan menerangkan, laporan tersebut telah mendapat tembusan dari RT, RW, Lurah, Camat, sampai kepada Polres Metro Depok, agar kasus tersebut mendapatkan titik terang sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Iya hari ini (Rabu, 12/1) saya bersama klien saya, yang menjadi korban penipuan investasi minyak sayur melaporkan ke Polda Metro Jaya,” jelasnya kepada Radar Depok.

Dalam laporan tersebut, kata Asrul, ada tiga nama yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pertama atas nama Siti Koadah bersama suami atas Syaifullah, dan kaka dari terlapor pertama atas nama Karman Hermanto.

“Kita laporkan dengan tuduhan pelanggaran tindak pidana penipuan dan penggelapan, dengan pasal 378 dan 372 Kuhp,” bebernya saat dikonfirmasi.

Sebelum melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, korban bersama kuasa hukum telah melayangkan surat somasi sebanyak 3 kali agar kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, ditekankan Asrul, sampai somasi ketiga yang dilakukan sejak akhir tahun 2021 hingga saat ini tidak ada titik terang hingga harus ditindak lanjuti ke ranah hukum pidana.

“Sebelum laporan dilakukan, kita sudah somasi pertama sampai terakhir. tapi hasilnya tidak mendapat respon positif atau tidak ada niat baik. Waktu somasi selama 7 hari tapi tidak ketemu juga solusinya,” paparnya.

Dijelaskan, terlapor pertama atas nama Siti Koadah berperan sebagai penyuplai sembako khususnya minyak goreng telah menjanjikan Agen Asih Rahmawati untuk memberikan pesanan yang diingikan sesuai uang yang telah masuk.

Atas investasi tersebut, kliennya atas nama Asih Rahmawati, harus mengalami kerugian sebesar Rp2,5 miliar. Sebab Agen milik Asih sendiri memiliki bawahan atau yang disebut Resseler sebanyak 132 orang.

“Jadi klien saya, Asih Rahmawati yang punya agen harus rugi Rp2,5 miliar. Jumlah tersebut juga hasil resselernya yang beli sama klien saya, total resselernya ada 132 orang,” tandasnya. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro