korupsi
DITUNTUT : Dua terdakwa korupsi pembangunan SDN 2 Grogol, ketika menjalani sidang tuntutan di PN Bandung. ist

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok menuntut oenjara selama 1,6 tahun kepada dua terdakwa kasus korupsi pembangunan SDN 2 Grogol.

Tuntutan dibacakan oleh Jaksa dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Bandung, belum lama ini. Perkara berkaitan dengan TA 2019. Nilai kerugian negara sebesar Rp 324.737.000.

“Dua Terdakwa kasus Tipikor, dituntut PN Bandung menyatakan kasus pidana korupsi di sekolah terkait pembangunan SDN 2 Grogol. Merugikan negara sebesar Rp 324.737.000,” jelas Kasi Intelijen Kejari Kota Depok, Andi Rio Rahmat kepada Radar Depok, Selasa (18/1).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dimas Praja dalam membacakan surat tuntutan terhadap terdakwa, menyatakan terdakwa dituntut hukuman 1,6 tahun. “Dua terdakwa masing-masing dituntut 1 tahun enam bulan penjara,” terang Rio.

Dijelaskan Rio, ada ASN (terdakwa) yang menjalani sidang atas kasus dugaan korupsi tersebut, Pertama Wahyu Nugroho (34) selaku ASN Guru SDN Grogol 2, sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) SDN Grogol 2.

Selanjutnya, satu Terdakwa lainnya atas nama Erena Aprilningrum (33), yang berprofesi sebagai Tenaga Kependidikan (tata usaha) honorer di UPTD SDN 2 Grogol tahun 2019, sekaligus Sekretaris P2S SDN Grogol 2.

Rio menjelaskan, kedua terdakwa telah melanggar Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1)huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana.

“Keduanya juga harus menanggung uang ganti rugi atau denda masing-masing Rp50 juta jika tidak bayar denda maka subsidair 3 bulan penjara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jelasnya, untuk pemulihan keuangan negara, bukan saja tuntutan terkait pidana. Jaksa juga menuntut terdakwa agar membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 81.550.000 dan memerintahkan barang sitaan berupa uang sejumlah Rp 81.550.000 berdasarkan Berita Acara tanggal 16 September 2021, semua dirampas untuk negara.

“Modus yang dilakukan dalam korupsi pembangunan dalam tahun anggaran 2019 dengan membuat kwitansi serta bukti pertanggung jawaban yang tidak sebagaimana mestinya,” tukasnya.

Sebelumnya, Kajari Kota Depok, Sri Kuncoro menyampaikan, ada tiga orang orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sekolah SDN 2 Grogol.

“Penyidik sedang melakukan pemberkasan terhadap tiga tersangka kasus korupsi ruang kelas SDN 2 Grogol, karena kejaksaan telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara korupsi ruang kelas,” pungkas Kuncoro. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro