BAHAYA: Penampakan lubang di Jalan Raya Muchtar, RT03/05, Kelurahan Bojongsari , yang keberadaanya membahayakan keselamatan pengguan jalan. INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Lubang yang menganga di Jalan Raya Muchtar, RT03/05, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, keberadaaanya sangat meresahkan pengendara yang melintas di sana, apalagi warga Kelurahan Bojongsari.

Lurah Bojongsari, Ilham menjelaskan, kewenangan untuk memperbaiki Jalan Raya Muchtar ada di Provinsi Jawa Barat, bukan di Pemerintah Kota Depok.

“Itu jalan provinsi, kalau kita yang eksekusi jatuhnya mal administrasi,” bebernya kepada Radar Depok.

Meski demikian, Ilham tidak hanya berpangku tangan saja dan membiarkan warganya terus menerus merasa cemas saat melintas di Jalan Muchtar. Dia sudah membuat surat permohonan ke Walikota Depok, untuk meninjau lubang dan meminta Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

“Kami sudah bersurat ke Walikota Depok, Mohammad Idris agar segera meminta petugas PUPR Provinsi Jawa Barat membenahi jalan yang rusak ini,” ucapnya.

Terpisah, Ketua LPM Kelurahan Bojongsari, Saidi Dokih mengaku, sejak hadirnya lubang berdiameter 50 cm tersebut, dia kerap mendapatkan laporan dari warga yang khawatir dengan keberadaan lubang di jalan.

“Sudah banyak laporan yang masuk ke kami, karena lubang tersebut dianggap membahayakan pengendara,” kata Dokih.

Dia mengatakan, lubang itu berada di jalan yang termasuk lengang dan sering dilalui dengan kecepatan yang tinggi. Maka, pihaknya meminta instansi terkait untuk segera membenahi jalan tersebut.

“Itu jalur cepat, kalau sampai lengah ya kita gak bisa bayangin deh seperti apa model kecelakaan yang ditimbulkan,” ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya sudah meneruskan laporan masyarkat ke Aparatur Kelurahan Bojongsari, agar ditindaklanjuti, karena kalau dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin lubang jalan yang menganga ini akan memakan korban jiwa.

“Kami sudah laporan ke Lurah Bojongsari, pak ilham, katanya akan ditindaklanjuti,” pungkasnya. (dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Ricky Juliansyah