ketabrak kereta
BERHENTI SEJENAK : Pengendara motor sedang berhenti di perlintasan sebidang Stasiun Pondok Cina, akses UI, menunggu kereta lewat. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PONDOK CINA – Seorang Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), Bonita Amelia (25) meregang nyawa setelah tertabrak kereta Commuter Line, di perlintasan sebidang Stasiun Pondok Cina, akaes UI, pada Kamis (20/10) sekira pukul 13:00 WIB. 

Saksi mata, Nday Taufik (49) mengatakan, kejadian ini terjadi saat korban sedang menyebrangi perlintasan rel kereta dari arah UI menuju Jalan Margonda Raya. Pada saat melintas posisi perlintasan sudah tertutup dan alarm berbunyi tanda akan ada kereta yang datang. 

“Saya gak lihat langsung, karena saya mangkal di stasiun, tapi posisi saya dari korban hanya berjarak 40 meter, tapi saya kealingan bangunan loket,” kata Nday, tukang ojek Stasiun Pondok Cina, Kamis (20/01). 

Nday baru sadar korban tertabrak kereta setelah terdengar suara benturan sangat keras, yang disambut teriakan histeris warga sekitar dan penumpang lain yang sedang menunggu kereta. 

“Saya lihat korban mau nyebrang, tapi pas ketabrak saya gak liat, cuma denger suara bruk kencang, lalu orang berteriak. Saya lari ke perlintasan mau liat apa yang terjadi, saya kira ada motor ketabrak, karena pas korban nyebrang ada juga motor yang bareng sama dia. Ternyata ga ada apa-apa di lokasi, korban terseret sampai peron stasiun,” tuturnya. 

Senasa dengan Nday, Asep penjaga parkiran motor di Stasiun Pondok Cina juga mengaku tidak melihat jelas kejadian, hanya saja dia juga mendengar ada suara benturan seperti orang yang tertabarak. 

“Kejadianya cepet banget, lokasi kejadian kan di samping loket saya jaga, tapi saya gak ngeh, tau – tau di peron stasiun udah rame aja orang, katanya ada yang ketabrak kereta, ” ucapnya. 

Dia menjelaskan, dia sempat mendekati lokasi peron tempat korban terseret kereta, kondisinya sudah memperihatinkan. Hal itu diketahuinya saat melihat aparat kepolisian, mengevakuasi jasad korban dari rel kreta. 

“Saya lihat agak jauh, tapi keliatan isi perutnya lagi diambilin, habis itu saya pergi gak kuat liatnya,” bebernya. 

Dia menambahkan, berdasarkan info yang dia dengar dari warga dan saksi lain yang melihat langsung kejadian, korban saat menyebrang rel sedang menggunakan headset, sehingga tidak mendengar dentuman laju kereta yang sudah mendekat. 

“Kata temen – temen yang liat, korban lagi pake headset. Padahal sama warga lain udah diteriakin ada kereta yang mendekat, tapi dia gak denger akhirnya ketabrak,” tukasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya