pengmas
MBKM UPN Veteran Jakarta : Berdayakan Remaja Cegah Stunting di Puskesmas Cinangka Sawangan

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Stunting bukan hanya terkait gangguan pertumbuhan fisik, namun juga berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, penurunan produktivitas, hingga menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia adalah 30,8 persen. Melihat gentingnya masalah stunting di Indonesia, UPN Veteran Jakarta bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok merespon permasalahan ini dengan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Proyek Kemanusiaan.

Dosen Pembimbing UPN Beteran Jakarta Chahya Kharin Herbawani, menerangkan MBKM Proyek Kemanusiaan merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan kegiatan kemanusiaan secara mandiri dan berkontribusi dalam penyelesaian isu yang berada di masyarakat, termasuk isu stunting.

Dilanjutkan Chahya, dalam mengupayakan pencegahan stunting, MBKM UPN Veteran Jakarta menerjunkan lima orang mahasiswa UPN terjun mengedukasi melalui kegiatan ‘Cegah Stunting Sebelum Genting’ yang langsung didampingi darii Dinkes Kota Depok, Fajrinayanti.

“Alhamdulilah ya. Dari hasil kegiatan ini terjadi peningkatan yang signifikan dari hasil pengetahuan siswa di pretest dan posttest. Dari sebelumnya banyak yang salah menjawab jadi banyak yang benar setelah diberikan edukasi,” terang Chahya kepada Radar Depok.

Diketahui, kegiatan edukasi tersebut berlangsung selama dua hari. Hari pertama Senin (03/01) SMP Muhammadiyah 29 Cinangka, dengan dihadiri 41 pelajar. Pada hari kedua, Selasa (4/1) berlangsung di MTSS Al Hidayah Cinangka dengan diikuti oleh sebanyak 33 pelajar. Kegiatan berlangsung selama 90 menit dimulai dengan pembukaan, pretest, penyampaian materi, pembagian leaflet, games dan penutupan.

Diterangkam Chahya, saat di SMP Muhammadiyah 29, salah seorang murid mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Hal tersebut terbukti dari interaktif yang aktif dari para pelajar.

“Jadi tadi disampaikan salah seorang pelajar. Selama ini saya masih ragu untuk minum Tablet Tambah Darah, semoga setelah mendapatkan edukasi ini saya menjadi tidak ragu lagi karena manfaatnya banyak sekali bagi remaja putri,” ungkap Chahya meniru perkataan pelajar tersebut.

 

Menurutnya, kegiatan kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Dinas Terkait seperti ini sangat baik, karena  tujuannya ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

“Kami dari UPN Veteran Jakarta sangat banyak dibantu dan dipermudah oleh pihak dinkes Depok  dan pihak puskesmas Cinangka. Selain itu pihak sekolah juga sangat kooperatif dan dengan senang hati mengizinkan kami,” ungkapnya.

Chahya berhaeap, dengan semakin dini para remaja mengetahui terkait stunting, tentu akan semakin peduli di masa depan, bahwa remaja perempuan maupun laki-laki harus tau soal stunting. Sehingga nanti ketika mereka dewasa dan akan menjadi orang tua mereka sudah paham.

“Kami benar-benar menekankan bahwa kesehatan bayi kalian 10 tahun kedepan tergantung sama kesehatan kalian saat ini lho.”, tandas Dosen Pembimbing ini. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya