Buti Adia Darma bersama sang Ibu saat meraih Juara 3 lomba Dingeng Bahasa Sunda Tingkat Kota Depok. ISTIMEWA

Di usianya yang masih 15 tahun, Buti Adia Darma sudah produktif mengikuti lomba-lomba mendongeng dan menulis. Hobby yang tersalurkan itupun berbuah manis.

Laporan: Ivanna Yustiani

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Semenjak menyalurkan hobinya dengan membaca puisi dan berdongen didepan teman-teman sekolahnya, Buti memberanikan diri dalam mengikuti beberapa lomba yang berdasarkan hobinya tersebut.

Buti pernah meraih juara harapan tiga dalam lomba paduan suara pada 2018. Pada saat itu ia cukup banga pada dirinya karena, ini kali pertama kali lomba Buti bisa mendapat juara. Namun, pada saat itu Buti tidak mendalami paduan suara, ia kembali mendalami mendongeng dan puisi.

Masuk di tahun 2019, ia mulai ikut kembali lomba mendongeng bahasa sunda, dengan hasil kerja kerasnya dalam berlatih untuk memenangkan lomba tersebut ia meraih juara 3 se-Kota Depok.

Dirinya terus mencoba hal baru, masih di tahun 2019, Buti mengikuti lomba filateli yang dilakukan berkelompok. Lagi-lagi keberuntungan menghampirinya, kelompoknya mendapat juara dua pada lomba filateli tingkat Provinsi Jabar di tahun 2019.

Hingga sampai penutupan tahun pun tiba, di akhir tahun Buti ingin memiliki kenangan yang berkesan, ia kembali mengikuti lomba mendongeng, tapi kali ini ia lebih memilih cerita rakyat sebagai materi di perlombaannya. Didampingi doa dan usaha, Buti berhasil meraih juara dua dalam lomba cerita rakyat tingkat Jabodetabek.

“Alhamdulillah banget aku selama di tahun 2019, sudah meraih 3 kejuaraan lomba, bersyukur sekali karena orang tua selaku support dan tidak pernah melarang jika aku ingin melakukan hal yang baru,” kata perempuan berhijab dengan senyum manisnya.

Awal tahun dimulai dengan semangat baru, ditahun ini Buti tidak mengikuti lomba mendongeng maupun menulis, tetapi ia mencoba menyalurkan bakat menulisnya. Menulis puisi di sebuah buku antologi. Dengan kata-kata yang terukir dengan bahasa yang sopan dan bermakna, Buti pun berhasil menulis di 10 buku antologi. Di 2020, ia tidak ingin pendidikannya tertinggal, maka dari itu ia hanya fokus pada sekolahnya yang dilakukan secara daring.

Waktu tak terasa lama, tau-tau sudah masuk di tahun 2021. Buti kembali ingin menguji adrenalinnya lagi, dengan mengikuti lomba. Pada tahun 2021 kemarin, ia mulai mengikuti lomba menulis puisi, yang berawal hanya iseng mengikuti lomba puisi di salah satu majalah terkenal di Indonesia, tidak disangka puisinya itu terpilih menjadi salah satu puisi terbaik. Sungguh, hal yang tidak disangka. Usaha-usahannya selalu berbuah manis. Tapi dibalik itu juga sudah pasti ada kesulitan.

Berkali-kali mendapat juara lomba, ia kembali menang dengan Juara 2 monolog bahasa sunda tingkat Jawa Barat Banten dengan kategori menjadi salah satu peserta pameran Sobumi Art yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya, jurusan Bahasa Indonesia dari Universitas Padjajaran.

Penutupan akhir 2021 menghasilkan hal yang baik. Pada saat itu Buti mengikuti pemilhan gadis sampul 2021 dan dirinya pun terpilih. Buti sangat bersyukur dengan seluruh prestasi yang sudah di raih, namun dirinya tak ingin puas diri, jika ada kesempatan Buti masih ingin mengikuti lomba-lomba selanjutnya.

“Di tahun 2021 akhirpun aku masih terpilih dalam ajang Gadis Sampul, tidak berhentinya untuk bersyukur karena selama ini ga semudah yang aku bayangin untuk mencapai itu semua,” tutup Buti. (bersambung)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Ricky Juliansyah