sol
MERAJUT : Zaka Humbara ketika merajut sepatu yang rusak untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dalam menghidupi rumah tangganya. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

Sulaman demi sulaman dari tangan Zaka Humbara menjadi bukti keseriusan dia dalam mencari pendamping hidupnya. Usahanya tak sia-sia setelah tujuh tahun memikul rancatan.

Laporan : Gerard Soeharly

RADARDEPOK.COM, Duduk termenung Zaka Humbara pada kursi kayu kecil yang sebagian kakinya tersangkut pada pohon besar. Dia merenung ada yang kurang dalam hidupnya. Hari demi hari, tak ada teman hidup.

Guncangan dalam hatinya mulai terasa dengan kencang kala mengingat kekasih hati di kampung halamannya di wilayah Garut, Jawa Barat. Dia membulatkan tekad untuk melamar kekasihnya yang nan jelita tersebut.

Melihat kantong pribadinya, Zaka tertampar karena, dia belum mencukupi secara materi untuk hidup berkeluarga dengan kekasihnya. “Iya dia itu dulu pacarnya saya waktu masih dikampung di Garut,” ungkap Zaka kepada Radar Depok, Kamis (20/1).

Sejak saat itu, dia memantapkan hati mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk melamar kekasih hatinya. Bekerja lebih giat berhasil membuat Zaka dapat menggapai impiannnya. “Sudah menikah di kampung, saya ngumpulin duit dulu disini,” tuturnya.

Saat merasa kantongnya sudah mulai tebal, Ia kemudian, bergegas ke toko emas di sekitar wilayah Beji, Kota Depok untuk membelikan kekasih hati nya cincin sebagai bukti keseriusannya.

Setelah itu, dia membeli tiket bus jurusan Depok-Garut. Sesampainya di Terminal Garut, dia memesan ojek bergegas menuju kediaman sang kekasih hati.

Bertahun-tahun terpisah, air mata haru pun tumpah dari empat bola mata mereka. Ditambah lagi, air mata sang wanita semakin mengalir ketika Zaka memasangkan cincin di jari manis sang kekasih. “Terharu dia, dia kaget saya ngelamar dia,” ucap Zaka sambil tersipu malu.

Hari berlalu, Zaka kembali pulang ke Kota Depok. Sejak lamarannya diterima, dia kembali bekerja keras untuk segera melangsungkan pernikahan.

Selang setahun, Zaka kembali ke kampung halamannya bersama dengan modal yang telah dikumpulkannya. Keluarganya mempersiapkan segala sesuatu untuk melangsungkan pernikahan tersebut.

Meski dua tahun telah berlalu, Zaka belum dikaruniai buah hati. Dia penuh harap menantikan kehadiran buah hati tersebut untuk melengkapi kebahagiaannya.

“Sekarang tinggal sama saya disini, belum punya anak, doakan saja supaya cepat punya anak,” ujarnya. (Bersambung)

Editor : Junior Williandro