satgas corona
Kepala Divisi Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo

RADARDEPOK.COM  –  Pesebaran Covid-19 di Kota Depok sudah tidak main-main. Sebelumnya berada dirata-rata 100 kasus baru tiap harianya. Selasa (25/1), ada lonjakan 100 persen. Dala satu hari terdapat 283 kasus konfirmasi. Hal itu diketahui dari Satgas Penanganan Covid-19 Depok dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok.

“Terdapat penambahan sebanyak 283 kasus konfirmasi positif Covid-19. Untuk itu warga diminta perketat kewaspadaan. Total pasien positif Covid-19 menjadi 107.164 kasus,” ujar Kepala Divisi Penanganan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo kepada Harian Radar Depok, Selasa (25/1).

Kasus konfirmasi aktif juga bertambah 248  kasus. “Namun tidak ada korban meninggal dan tercatat adanya 35 pasien sembuh,” terangnya.

Dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yakni, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

“Selain itu, Pemkot Depok juga meminta masyarakat untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup,” tuturnya.

Sebelumnya, tingginya pesebaran Kasus Covid-19 berimbas pada penurunan level bagi Kota Depok. Senin (24/1), Kota Depok kembali masuk ke Level 3. Hal ini diketahui setelah adanya penambahan kasus sebanyak 127 kasus dalam sehari. Total jumlah kasus terkonfirmasi aktif mencapai 868 kasus.

“Ini yang harus disosialisasikan, setelah kita ngintip Kementerian Kesehatan, Kota Depok naik menjadi level 3,” kata Walikota Depok, Mohammad Idris usai meninjau Pembelajaran Tatap Muka 100 persen di SMP Negeri 3 Depok, Senin (24/1).

Orang nomor satu Kota Depok itu melanjutkan, dari seluruh kelurahan yang totalnya 63, tidak ada satupun kasus yang menunjukan nol (0) kasus Covid-19. Selain, di Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos. “Tidak ada yang nol kasus selain Leuwinanggung di ujung kota sana,” paparnya.

Bahkan, beber Idris, dalam satu kelurahan kasus yang terjadi di Kota Depok minimal 49 kasus dan maksimal 50 kasus yang terjadi dalam satu hari. Sehingga hal ini mempengaruhi standar kebijakan di pemerintah pusat. “Jadi PTM pun tidak bisa 100 persen. Karena di SKB 4 Menteri kalau wilayahnya masuk dalam level 3 harus menjalankan PTM maksimal 50 persen,” terangnya.

Penambahan jumlah tersebut, menjadikan Kota Depok peringkat pertama se-Jawa Barat dengan sebaran kasus covid 19 aktif dalam satu hari, sebanyak 127 kasus.

Pernyataan dari Walikota tersebut juga diakui Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawaty. Perempuan yang pernahmenjabat Sekretaris BPSDM Kota Depok juga mengakui bila Depok menjadi peringkat pertama dengan kasus yang terjadi dalam satu hari.

“Iya kasus semakin meningkat, karena naik ya bertahap, sebelumnya 49 kasus, lalu meningkat 74 perhari. Sekarang dalam satu hari 127 kasus,” tegasnya.

Namun, meski mengalami kenaikan, kata Mary hanya ada virus Varian Delta. Hal ini dari laporan hasil swab tes maupun PCR tes.

Kasus yang semakin meningkat membuat Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Jawa Barat menyambangi Kota Depok. Agar melakukan antisipasi secara masif untuk menekan penyebaran kasus setiap harinya.

“Iya kehadiran Satgas Jabar saat itu untuk berkoordinasi penanganan kasus Covid-19 di Depok,” tutup Marry. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelamnutu

Editor : Fahmi Akbar