Ilustrasi Pencegahan Covid-19
Ilustrasi Pencegahan Covid-19

RADARDEPOK.COM-Entah ini akibat virus Omicron atau bukan. Yang jelas, sudah sepekan ini kenaikan angka pesebaran Covid-19 di Kota Depok, trennya naik. Minggu (23/1), berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, terdapat 127 kasus baru. Sebelumnya Sabtu (22/1), ada 165 kasus baru. Penambahan tersebut ditengarai adanya tiga klaster : keluarga, kantor dan sekolah yang merebak.

“Terdapat penambahan sebanyak 127 kasus konfirmasi positif Covid-19. Untuk itu warga diminta perketat kewaspadaan. Total pasien positif Covid-19 menjadi 106.764 kasus,” ujar Kepala Divisi Penanganan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo kepada Harian Radar Depok, Minggu (23/1).

Kasus konfirmasi aktif juga bertambah 127  kasus. Lalu, kontak erat aktif bertambah tiga kasus. “Namun tidak ada korban meninggal dan juga tidak tercatat adanya pasien sembuh,” terangnya.

Dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yakni, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. “Selain itu, Pemkot Depok juga meminta masyarakat untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati menyebut, Kota Depok menjadi wilayah tertinggi yang mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 se-Jawa Barat. Dinas Kesehatan Depok mencatat 165 kasus baru Covid-19 dengan total 741 kasus terkonfirmasi aktif, Sabtu (22/1).

Kasus suspek aktif bertambah satu kasus dan kontak erat aktif bertambah 12 orang. Namun, secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok sudah mencapai 106.637 kasus dengan 103.724 pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 2.172 berujung kematian. Adapun, kasus meninggal dan pasien sembuh dinyatakan nihil per hari ini.

Mary mengatakan, lonjakan kasus aktif Covid-19 di Depok berasal dari tiga klaster, baik dari kantor, sekolah dan keluarga. Namun, Mary belum mengetahui apakah tambahan kasus aktif itu berkait dengan paparan varian Omicron atau bukan. “Kasus baru bertambah 165. Kami belum tahu varian (Omicron atau tidak). Kenaikannya beragam dari klaster keluarga, kantor dan sekolah,” ujar Mary.

Mary menuturkan, berdasarkan data penambahan kasus aktif Covid-19, sebagian besar pasien menjalani isolasi mandiri. “Sebagian besar isoman. Ada juga yang dirawat,” ujarnya.

Karena lonjakan kasus aktif kian tinggi, Mary bersama jajarannya mengingatkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan ketat. “Meningkatkan 3T, yakni testing, tracing, treatment. Mempersiapkan tempat karantina dan berkoordinasi dengan RS untuk menambah tempat tidur Covid-19 jika positivity rate mencapai 5 persen,” pungkasnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 dan Dinkes Kota Depok, per Minggu 23 Januari 2022 terdapat 127 kasus baru sehingga totalnya 106.764 jiwa. Pasien sembuh nol tetap 103.724 jiwa. Meninggal masih nol kasus, jadi tetap 2.172 jiwa. 868 pasien belum sembuh.(cr1/rd)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna

Editor : Fahmi Akbar