minyak goreng
MENGELUH : Sejumlah pedagang di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng yang berdampak pada berkurangnya peminat, Kamis (25/11/2021). GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Entah Dinas Industri dan Perdagangan (Disindag) Jabar dengan Dinas Perindustriuan dan Perdagangan (Disperindag), kordinasi atau tidak. Yang jelas, Kota Depok masuk dalam  Operasi pasar minyak goreng murah di 11 Kabupaten/kota. Lokasinya di Pasar Agung dan Pasar Cisalak, bahkan bisa kelurahan. Minyak yang ditawarkan perliternya Rp14 ribu, tiap warga dijatah hanya dua liter tiap pembelian.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan terus memperluas cakupan wilayah operasi pasar minyak goreng menjadi 27 kabupaten atau kota yang ada di Jawa Barat. “Minggu ini akan dilengkapkan ke 27 kota dan kabupaten kemudian dirubah dengan beberapa cara, biar langsung cepat sampai ke masyarakat ada yang dipusatkan di titik-titik tertentu,” ucap Emil di Balaikota Bandung, Kamis (13/1).

Emil menambahkan, dengan menggunakan mekanisme pembagian ke tiap kelurahan, diharapkan bisa meminimalisir kerumunan masyarakat. Sehingga warga bisa cukup datang ke kantor kelurahan atau kantor desa nanti di desanya dilaksanakan operasi pasarnya. “Jadi tidak selalu dipusatkan di tempat tempat besar seperti ini,” terangnya.

Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Industri dan Perdagangan (Disindag) Jabar, menggelar operasi pasar murah untuk menekan harga minyak goreng yang kini melambung tinggi. Operasi pasar minyak goreng murah tersebut digelar di 11 Kabupaten/kota di Provinsi Jabar mulai Senin (10/1/2022) hingga Jumat (14/1/2022) mendatang. Ke-11 kabupaten/kota itu, yakni Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kabupaten Bandung, Karawang, Purwakarta, Bogor, dan Bekasi.

Berdasarkan catatan Disindag Jabar, lokasi operasi pasar murah minyak goreng di lima kota penyangga inflasi, yakni Kota Bogor di Pasar Baru dan Pasar Atas; Kota Sukabumi di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede. Kota Cirebon di Pasar Jagasatru, Pasar Kanoman, dan Pasar Pagi; Kota Bekasi di Pasar Kranji dan Pasar Baru; Kota Depok di Pasar Cisalak dan Pasar Agung; dan Kota Bandung di Kantor Disperindagin Kota Bandung.

Operasi pasar murah ini digelar sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kementerian Perdagangan untuk menurunkan harga minyak goreng. Perintah ini kemudian dikomunikasikan kementerian kepada produsen minyak goreng untuk membantu menggelar operasi pasar murah.

“Ada dua produsen minyak goreng untuk Jawa Barat, satu dari Bekasi dan DKI Jakarta. Mereka kemampuannya untuk menyuplai operasi pasar di 11 kabupaten/kota, salah satunya di Kabupaten Bandung,” kata Kepala Disindag Jabar, M Arifin.

Menurutnya, dua produsen tersebut mengalokasikan 240.000 botol minyak goreng kemasan 1 liter untuk mendukung kegiatan operasi pasar murah.  “Jadi, total hampir 240.000 liter untuk Jawa Barat dan itu akan dilakukan mulai Senin sekarang sampai akhir pekan nanti,” ujar Arifin.

Lokasi operasi pasar murah minyak goreng ini, tutur Kadisindag Jabar, diserahkan kepada kabupaten/kota, bisa di pasar rakyat atau di kantor kecamatan maupun kelurahan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Kebanyakan operasi pasar digelar di kota yang menyumbang inflasi cukup besar. Harga minyak goreng di operasi pasar ini dijual Rp14 ribu per botol. Maksimal per orang itu 2 liter, tapi disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tutur Kadisindag Jabar.

Harga minyak goreng di sejumlah pasar di Jabar mencapai Rp19.000-Rp20.000 per liter. Meski tidak serta merta menekan harga, operasi pasar murah minyak goreng ini diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat.  “Operasi pasar murah minyak goreng ini hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan produsen. Ini memberikan kesempatan pada warga untuk bisa mendapatkan minyak goreng lebih murah,” ujarnya.

Menimpali hal ini, Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok, Sony Hendro Prajoko tak bergeming saat dikonfirmasi. Awalnya dia berkata lagi zoom, tapi ketika ditunggu selesai dan dikonfirmasi malah sulit, kemudian memblock kontak jurnalis Harian Radar Depok, Kamis (13/1).

Terpisah,  Kepala UPT Pasar Agung, Biher Purba mengatakan, belum mengetahui adanya operasi pasar minyak murah tersebut. Justru, kata dia, sempat ada wacana dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Jawa Barat mengenai, operasi pasar yang akan dilakukan di Kota Depok. Namun, waktunya belum ditentukan. “Operasi pasar ada wacana dari Disdagin Jabar tapi belum tau waktu pastinya,” ungkap Biher.

Senada, Kepala Sub bagian Tata Usaha (TU) UPT Pasar Cisalak, Budi Heryanto menyebutkan, pihaknya belum mengetahui operasi pasar murah tersebut yang rencananya akan digelar di dua pasar di Kota Depok. “Belum ada info dari lapangan,” singkatnya.(ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly 

Editor : Fahmi Akbar