kemiskinan
ilustrasi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Persentase penduduk miskin di Kota Depok periode 2004 sampai 2019 cukup fluktuatif. Namun menunjukkan kecenderungan menurun. Sejak 2004, angka kemiskinan secara konsisten sudah melandai dari 4,84 persen di tahun 2004 menjadi 2,58 persen di tahun 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Mufti Swaghara mengatakan, pola kecendrungan kemiskinan di Depok berubah sejak merebaknya Pandemi Covid-19, yaitu meningkatnya jumlah penduduk miskin yang cukup drastis. Kota Depok merupakan salah satu kabupaten/kota yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Kondisi kemiskinan tahun 2020-2021 yang diakibatkan dampak Covid-19 merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Kota Depok. Angka kemiskinan Kota Depok yang sudah turun 2,77 persen, terendah sejak 15 tahun (2004 – 2019) penghitungan angka kemiskinan, di awal Pandemi Covid-19 naik sebesar 0,38 persen menjadi 2,45 persen di tahun 2020 dan kembali naik di tahun 2021 sebesar 0,13 persen menjadi 2,58 persen.

Angka ini hampir menyamai angka kemiskinan Kota Depok kondisi 14 tahun lalu,” tuturnya kepada Radar Depok, Kamis (27/1).

Dia mengungkapkan, perkembangan tingkat kemiskinan di Depok dipengaruhi oleh berbagai pembatasan kegiatan akibat penyebaran Covid-19. Hal ini berdampak pada berbagai sektor usaha di Depok. Kota Depok yang selama ini mengandalkan sektor industri, konstruksi dan perdagangan, merasakan dampak yang cukup besar dari pandemi Covid-19 ini.

Meski demikian, secara umum tingkat kemiskinan di Kota Depok masih jauh dibawah angka kemiskinan Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Nasional,” tuturnya.

Dia menerangkan, angka kemiskinan nasional baru mencapai mencapai single digit pada tahun 2018, sedangkan Kota Depok sudah mencapainya sejak pertama kali dihitung tahun 2004. Perkembangan kemiskinan di Depok relatif lebih stagnan jika dibandingkan dengan Jabar dan nasional yaitu di kisaran 2 persen.

Persentase penduduk miskin di Kota Depok pada 2020 mencapai 2,45 persen atau sebesar 60,43 ribu orang. Dibandingkan dengan tahun 2019 2,07 persen atau 49,35 ribu orang. Persentase penduduk miskin naik 0,38 persen atau bertambah 11,08 ribu orang,” bebernya.

Sementara itu, persentase penduduk miskin pada tahun 2021 yakni 2,58 persen atau sebesar 63,86 ribu orang. Jika dibandingkan dengan 2020, persentase penduduk miskin hanya naik sebesar 0,13 persen poin atau bertambah 3,43 ribu orang,” bebernya.

Sebagai perbandingan, lanjut Mufti, pola yang sama juga terjadi di Jabar dan Nasional. Pada periode 2019 ke 2020, persentase penduduk miskin Jabar naik sebesar 0,97 persen poin atau 521,07 ribu orang dan nasional naik sebesar 0,37 persen poin atau 1,28 juta orang.

Kenaikan angka kemiskinan di tahun 2020 ke 2021 tidak sebesar tahun 2019 ke 2020. Pada periode 2020 ke 2021 Persentase penduduk miskin Jabar naik sebesar 0,52 persen poin atau 275,11 ribu orang dan nasional naik sebesar 0,36 persen poin atau 1,12 juta orang.

Garis Kemiskinan (GK) Kota Depok selama periode 2014 – 2021 berada di atas GK Jabar dan nasional. Sementara GK Jabar berada di bawah GK nasional. Hal ini menunjukkan kesejahteraan penduduk Kota Depok lebih baik dibandingkan Jabar,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro