Politikus PKS yang juga pemerhati perempuan dan anak, Novi Anggriani. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh atau 100 persen di Kota Depok baru berlangsung tiga hari. Namun, delapan sekolah ditutup sementara karena ada temuan kasus Covid-19. Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Novi Anggriani meminta agar mitigasi dan pengawasan ditingkatkan.

“Baru tiga hari tapi sudah ada delapan sekolah menghentikan sementara PTM,” kata Novi Anggriani kepada Radar Depok, Rabu (26/01).

Dia menerangkan, di DKI Jakarta sendiri, menghentikan PTM penuh paska penutupan 90 sekolah akibat ditemukan kasus Covid-19.

“Depok harus berani ambil keputusan. Menurut saya, metode belajar blended learning dengan PTM terbatas 50 persen sudah cukup efektif,” papar Novi Anggriani.

Menurut Novi Anggriani, setelah pandemi menerjang Indonesia hampir dua tahun, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring sudah familiar dikalangan para guru dan siswa. Bahkan, di Depok rata-rata sudah memiliki gawai pintar bahkan laptop/komputer, sinyal internet bagus.

“Sehingga relatif tak ada kendala dari aspek infrastruktur digital untuk menerapkan belajar dari rumah. Tetapi, jika dilakukan pembelajaran daring lagi perlu pendampingan dari orang tua juga di rumah,” ujar Novi Anggriani.

Terlebih, sambung Novi Anggriani, saat ini varian baru Korona atau Omicron menghantui pelaksanaan PTM. Sehingga, ia meminta agar Pemkot Depok tidak meremehkan kondisi tersebut dan tidak menunggu gelombang ketiga kasus Covid-19 memuncak.

Selain itu, kata Novi, saat ini banyak orang tua murid yang khawatir dengan tingkat penularan Covid-19 jika tetap memberlakukan PTM 100 persen. Sehingga, jika masih terus memberlakukan PTM 100 persen, maka perlu pengawasan dan monitoring yang maksimal.

“Juga di sekolah yang dihentikan sementara PTM penuhnya, maka Satgas harus melakukan pelacakan melalui tes swab PCR ke semua siswa, guru, hingga karyawan sekolah,” ujarnya.
Pemerhati Perempuan dan Anakdi Kota Depok ini pun meminta agar Dinas Kesehatan Kota Depok untuk gencar melakukan swab PCR dan active case finding kepada sekolah, siswa, dan guru, untuk mendeteksi dan memitigasi kenaikan kasus.

“Memang kebijakan ini ada plus minusnya, tapi jika kita antisipasi dengan baik, Insha Allah dapat diminimalisir dan zero kasus penularan baru menjadi sebuah keniscayaan,” pungkas Novi Anggriani. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah