SERAHKAN PUPUK : Penanggungjawab CSR PT Pegadaian Persero, Rully Yusuf bersama pengurus LSM ESQ Kemanusiaan, menyerahkan bantuan pupuk kepada pengurus Pesantren Panti Asuhan Wisma Karya Bakti. INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, CURUG– Pesantren merupakan institusi pendidikan tertua yang ada di Indonesia. Penerapan sistem pendidikan yang diterapkan di Pesantren, tidak hanya terbatas dalam pendalaman ilmu dan keterampilan agama (mutafaqqih fiddin), tetapi juga mempelajari ilmu dan teknologi serta penerapan nilai dan moral sosial kemasyarakatan.

Sistem pendidikan ini kemudian menjadikan Pesantren sebagai institusi yang strategis dalam pembangunan manusia Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penanggungjawab CSR PT Pegadaian Persero, Rully Yusuf mengatakan, sejalan dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara, PT Pegadaian (Persero) memberikan perhatian pada Bidang pendidikan melalui Program Pesantren Berdaya Hafidz Entrepreneur.

“Program ini merupakan program yang diterapkan di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari. Program ini dibuat untuk mempersiapkan individu di lingkungan pesantren yang unggul dan berkualitas menuju ummat yang terbaik (Khoiru Ummah) dalam keilmuan agama islam (mutafaqqih fiddin) maupun pengetahuan serta keterampilan khusus menuju kemandirian,” kata Rully, Senin (17/01).

Dia mengungkapkan, peran PT Pegadaian (Persero) melalui program di bidang pendidikan ini merupakan sebuah bentuk nyata Perusahaan terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sebagaimana merupakan program Pemerintah Indonesia dalam memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, meningkatkan kemampuan kewirausahaan dan profesionalisme, ikut dalam pelestarian alam, dan secara tidak langsung ikut dalam rangka pengentasan kemiskinan.

“Sebagai pelaksana dan pendamping kami menunjuk sebuah Lembaga Swadaya Masayrarakat yang bergerak dalam bidang kemanusiaan,” tuturnya.

Sementara, General Manager (GM) LSM Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Kemanusiaan , Dewi Anjani selaku mitra PT Pegadaian Persero dalam menjalankan program ini mengatakan, ESQ Kemanusiaan sudah melaksanakan program ini dibanyak pondok pesantren dengan hasil kemandirian yang produktif bagi pondok pesantren yang di dampingi, sehingga berkembang dengan potensinya sendiri.

“Salah satu yang berhasil kami bina adalah Pondok Pesantren Panti Asuhan Wisma Karya Bakti,” ucapnya.

Dia menyebutkan, dalam membina program ini di setiap pesantren, ESQ Kemanusiaan membagi empat kegiatan, diantaranya peternakan melalui budidaya kambing dan kelinci, perikanan melalui sistem Bioflok, pertanian hidroponik organik, dan pengolahan sampah composting yang menghasilkan media tanam dan pupuk cair organic (pupuk PSB bakteri fotosintesis).

“Pelatihan maupun dukungan sarana dan prasarana dalam program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di lingkungan pesantren, mampu mandiri berjalan berkelanjutan,” pungkasnya. (dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Ricky Juliansyah