STERILISASI : Petugas Penanggulangan Bencana Kota Depok saat melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan motor spray di Wisma Makara UI. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wisma Makara UI akan kembali dibuka untuk karantina dalam menangani kasus Covid-19 di Kota Depok. Pembukaan tersebut dilakukan bila kasus positif melonjak 5 persen.

“Kami jajaki dulu, kalau seandainya kalau lonjakan kasus 5 persen,” jelas Juru Bicara Satgas Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana, Senin (17/01).

Akan dibukanya Wisma Makara sebagai tempat karantina, ditegaskan Dadang, sesuai arahan dari Walikota Depok Muhammad Idris setelah lakukan rapat konsolidasi bersama Satgas Kota Depok.

“Hari ini kita akan rapat lagi bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) untuk membahas ini,” lanjut mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok itu.

Saat ini, pemerintah akan mengunggah masyarakat terkait dengan Protokol Kesehatan dengan melakukan langkah operasi di lapangan. Hal ini agar lonjakan kasus tidak menyentuh 5 persen, jadi Wisma Makara UI tidak kembali dijadikan sebagai lokasi karantina.

Terpisah, Corp GM Wisma Makara Universitas Indonesia (UI), Fajar Prawinto memastikan, pihaknya selalu siap memberikan yang terbaik untuk menangani pandemi covid 19. Sejak pertama, UI selalu bersama Pemerintah Pusat hingga Daerah untuk melakukan percepatan penanganan.

“Karena kita plat merah pastinya siap kalau wisma makara UI dijadikan kembali untuk tempat karantina,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Namun, Fajar menerangkan, sampai saat ini pemerintah Kota Depok belum melakukan penjajakan atau koordinasi terkait penggunaan wisma makara UI untuk dijadikan tempat karantina.

“Saya sudah komunikasi dengan Direktur saya, infonya sampai sekarang Pemkot Depok belum koordinasi dengan kita untuk jadi Makara UI tempat karantina,” papar Fajar.

Perlu diketahui Wisma Makara UI sedang menumpuk berbagai event baik untuk penyelenggaraan rapat sampai event lainnya. Sehingga bila ingin dijadikan lokasi karantina, pastinya akan menunda berbagai event yang sedang dan akan berlangsung ke depannya.

“Memang sekarang kita sedang banyak event, ada penyelenggaraan rapat dan lainnya. Kalau dijadikan tempat karantina, tentu banyak event yang tertunda,” pungkas Fajar. (arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Ricky Juliansyah