aniaya kebutuhan khusus
DIPUKUL : Tangkapan gambar dari kamera perekam ketika pria dengan kebutuhan khusus, dipukul seorang pria di Jalan Bahagia Raya, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus pria berkebutuhan khusus yang menjadi korban pemukulan berinisial S (45), di Jalan Bahagia Raya, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, membuat Walikota Depok, Muhammad Idris, angkat suara.

Dirinya memastikan, penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berada di tangan Kementerian Sosial (Kemensos). Bahkan, Depok sendiri belum memiliki panti untuk melakukan penanganan tersebut.

“Penanganan sebenarnya itu dari Kemensos jadi kita belum punya panti. Makannya kasus kemarin itu langsung kita bawa ke Rumah Sakit Cilendek untuk mengamankan,” terangnya, Senin (3/1).

Ia menuturkan bila kewenangan penuh berada di Pemerintah Pusat, Pemerintah kota sifatnya hanya melakukan penertiban. Salah satunya dengan mengembalikan orang yang bersangkutan ke wilayahnya.

Tapi menurutnya, pengembalian orang tersebut juga dikembalikan. Pihaknya menduga, ada yang sengaja melepas di suatu wilayah. Sebab tidak mungkin orang tersebut bisa tiba ke suatu wilayah tanpa ada dilepas sama yang punya.

“Kayanya ini memang ada yang melepas. Tidak mungkin dari Kalimantan, dia datang kesini nyebrang kalau tidak dilepas sama yang punya. Makannya kita serahkan ke Rumah Sakit atas rekomendasi dari Kemensos,” ungkapnya.

Diketahui, pemukulan ODGJ tersebut terekam kamera pengawas milik sebuah salon di lokasi kejadian pada Jumat (31/12), sekitar pukul 12.30 WIB.

Dari keterangan saksi mata, penjual makarano di lokasi kejadian, Nendi membeberkan, korban yang dipukul pria tak dikenal hingga terpental dan terjatuh tepat di depan salon.

“Kalau saya lihat, mukanya memar dan luka lecet di sikut dan kaki. Orang itu mukulnya pakai tangan kosong,” bebernya.

Dilanjutkan Nendi, kejadian berawal ketika pelaku bersam rekan perempuannya datang membeli makaroni di tempat saksi berjualan. Keduanya datang menggunakan mobil.

Saat pelaku berhenti menggunakan mobil, korban mencoba meminta uang kepada teman wanita pelaku, sehingga wanita tersebut berteriak dan membuat pelaku turun dari mobil.

“Pria yang teman wanita itu langsung turun dari mobil, langsung mukul korban. Korban dipukul satu kali abis mukul langsung masuk ke mobil dan pergi,” paparnya.

Diketahui pelaku yang lakukan pemukulan tersebut berciri-ciri berambut panjang.

Nendi menambahkan, jika korban memang sering berkeliaran di lokasi karena kerap minta-minta ke pedagang yang ada di sekitar. Jadi dirinya menduga kalau pelaku bukan warga sekotar karena tidak mengetahui korban yang sering berkeliaran di lokasi. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro