pembangunan BTS
MESIN MENYALA : Mesin tower BTS di RT2/2, Kelurahan Pasput sudah menyala, walau belum mengantongi IMB. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PASPUT – Aparatur Kelurahan Pasir Putih (Pasput), Kecamatan Sawangan  sudah dilayangkan Surat Pemanggilan (SP) 1 dari Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, serta sudah ada perintah pemberhentian kegiatan pekerjaan di objek tower BTS, oknum pembangun tower masih membandel. 

Kasipem dan Trantib Kelurahan Pasput, Komarudin mengatakan, dalam inspeksi yang dilakukan di lapangan, pasca keluarnya SP1 dan larangan kegiatan di lokasi tower BTS, pihaknya mendapati temuan jika pengelola tower melanggar perintah DPMPTSP. 

“Fakta yang saya temukan di lapangan, satu minggu pasca keluarnya SP 1, masih ada pekerjaan di sana, dan bahkan mesin pemancar tower sudah terpasang dan menyala,” kata Komarudin, Minggu (9/1). 

Komarudin mengungkapkan, dia sangat menyayangkan kurang tegasnya penegakkan Peraturan Daerah (Perda) di Depok, sehingga tower ini bisa beroperasi dan berdiri tegak tanpa dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

“Aksi pelanggaran ini menurut saya sangat mencoreng marwah Pemerintahan di Kota Depok,” tuturnya. 

Dia menjelaskan, meski belum ada tindakan tegas dari instansi terkait, dia akan terus memantau dan mengawal kegiatan di sekitar tower untuk membuktikan bahwa Aparatur Kelurahan Pasput berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan menegakkan ketertiban administrasi di wilayahnya. 

“Meski saya tidak punya kewenangan untuk menertibkan tower ini, tapi saya selaku Kasipem dan Trantib Kelurahan Pasput, punya wewenang untuk melakukan pengawasan. Sambil menunggu tindakan tegas dari DPMPTSP Kota Depok,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya