Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al Jufri. Dery Ridwansah/ JawaPos.com

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Melihat konstelasi kepemimpinan nasional, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ingin banyak tokoh berkualitas ikut berlaga dalam Pilpres 2024.

Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al Jufri menyatakan, masyarakat harus diberikan banyak pilihan untuk memilih presiden. “Kami meyakini bahwa negeri ini memiliki banyak stok pemimpin yang kredibilitas, integritas, dan akseptabilitasnya memadai untuk memimpin Indonesia ke depan,” ujar Salim kepada wartawan.

Salim mengatakan saat ini problemnya adalah banyak hambatan untuk membuka pintu kepemimpinan nasional, salah satunya adalah penerapan angka presidential threshold yang terlalu tinggi yakni 20 persen. Akibatnya sejak 2014, politik di Indonesia mulai tidak sehat, terjadi pembelahan ekstrim di tengah masyarakat.

Karena itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) ini menuturkan upaya paling efektif untuk menghentikan pembelahan politik ekstrim tersebut adalah dengan menurunkan angka presidential threshold menjadi lebih proporsional, yakni 4 persen sesuai parliamentary treshold. “Sehingga dapat terbentuk minimal tiga poros pasangan calon dalam Pilpres 2024 mendatang,” katanya.

Untuk itu, maka komunikasi dan silaturahim politik harus terus dibangun, apalagi ditujukan bagi perbaikan bangsa dan negara ke depan. Salim menyambut baik gagasan partai menengah seperti seperti PKB, PPP dan PAN untuk mulai membicarakan platform bersama menuju 2024.

Salim juga mendorong agar partai yang pernah memenangkan pemilu sebelumnya, seperti Golkar dan Demokrat, berani tampil menggalang kekuatan nasionalis-relijius. “Jadi tidak boleh lagi ada dikotomi,” ungkapnya.

Salim menolak pandangan yang menyebut kandidat pilpres lebih dari dua akan menyita energi dan anggaran negara. Untuk pembangunan infrastruktur fisik saja sudah dikeluarkan anggaran besar, mengapa upaya membangun infrastruktur sosial-politik demokrasi tidak disiapkan.

“PKS sudah mempelopori silaturahim kebangsaan lintas Parpol dan elemen bangsa lainnya. Tinggal diteruskan proses komunikasinya agar lebih matang demi terwujudnya platform bersama menuju 2024,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono mengungkapkan, makin banyak poros dalam perhelatan pesta demokrasi menandakan berkembangnya dan makin dewasanya pendidikan politik di era demokrasi.

“Banyak tokoh nasional yang berkualitas, makin banyak calon, memberikan khasanah bagi pemilih untuk menentukan pilihan,” kata Imam Budi Hartono.

Dari sini, sambung Imam Budi Hartono yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Depok ini, masyarakat atau pemilih berkesempatan untuk memilih yang terbaik di antara yang terbaik.

“Output dari pesta demokrasi akan makin dirasakan, selain itu partisipasi masyarakat atau pemilih tentu akan lebih banyak,” pungkas Imam Budi Hartono. (jwp/cky)

Editor : Ricky Juliansyah