jam masuk PNS
Ilustrasi

RADARDEPOK.COM – Dalam aturan yang berlaku di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bagi PNS yang terlambat masuk kerja akan mendapatkan sanksi pemotongan tunjangan yang nilainya cukup signifikan.

Menteri Keuangan RI atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menetapkan ketentuan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 221 Tahun 2021 tentang hari dan jam kerja, serta penegakan disiplin berkaitan dengan pembayaran tunjangan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan.

Dalam aturan tersebut Sri Mulyani tak segan memangkas tunjangan pegawai di lingkungan Kemenkeu, terutama bagi yang telat masuk kerja.

Dalam aturan ini, ditetapkan jam masuk kerja pegawai atau PNS di lingkungan Kementerian Keuangan untuk hari Senin sampai dengan hari Kamis pukul 07.30 sampai dengan pukul 17.00 waktu setempat. Dengan waktu istirahat pukul 12.15 sampai dengan pukul 13.00 waktu setempat.

Sementara untuk hari Jumat pukul 07.30 sampai dengan pukul 17.00 waktu setempat, dengan waktu istirahat pukul 11.30 sampai dengan pukul 13.15 waktu setempat.

Baca Juga : Lima Kali Beruntun Radar Depok Juara Lipsus, Juga Curi Juara Video News Terbaik

“PNS masuk kerja atau mengisi daftar hadir bisa lebih cepat dari waktu yang ditentukan atau minimal jam 5 pagi waktu setempat dan pulang lebih lambat maksimal pukul 23.00 waktu setempat,” dikutip dari PMK tersebut.

Bagi PNS yang terlambat masuk kerja, maka akan dikenakan sanksi berupa pemangkasan tunjangan dengan tarif yang berbeda. Mulai dari pemotongan 1 hingga 2,5 persen per harinya.

Adapun rinciannya yaitu, pegawai yang masuk kerja pada pukul 09.01 – 09.31 tunjangan yang dipotong 1 persen, yang masuk kerja pada pukul 09.31 – 10.01 tunjangan dipotong sebanyak 1,25 persen, dan yang masuk kerja lebih dari jam 10.01 atau tidak mengisi daftar hadir masuk bekerja dikenakan potongan tunjangan sebesar 2,5 persen. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya