sidang kasus predator
VONIS : Majelis Hakim saat membacakan putusan kepada Terdakwa Lukas Lucky Ngalngola alias Bruder Angelo di Kantor Pengadilan Negeri, Kamis (20/01). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Terdakwa Lukas Lucky Ngalngola alias Bruder Angelo divonis 14 tahun penjara serta didenda Rp 100 juta subsidair 3 bulan penjara dalam sidang putusan yang berlangsung Ruang Sidang 3, Kantor Pengadilan Negeri Depok, Kamis (20/01).

Terdakwa Lukas alias Bruder Angelo masuk ke meja hijau karena secara sah dan terbukti telah melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur di Panti Asuhannya di Perumahan Mutiara Depok.

Ada tiga anak yang dijadikan Terdakwa sebagai tempat pelampiasan nafsu bejatnya, bahkan dalam fakta persidangan Terdakwa menjemput para korban dari berbagai daerah terpencil dengan diimingi-imingi ilmu agama dan kehidupan layak.

Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Ahmad Fadil menerangkan, hal yang memberatkan, perbuatannya merupakan penyakit masyarakat dan merupakan perbuatan tercela. Lalu, perbuatan terdakwa dapat merusak mental dan tumbuh kembang anak ke depannya.

Selanjutnya, terdakwa adalah seorang bruder yang merupakan seorang rohaniawan yang semestinya menjadi contoh yang baik, yang semestinya tahu bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah perbuatan yang bertentangan dengan norma norma agama. dan terakhir, terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

“Terdakwa terbukti melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP,” terang Fadil.

Dilokasi yang sama, Kuasa Hukum Korban, Judianto Simanjuntak mengapresiasi seluruh penegak hukum, mulai dari Polres, Kejaksaan, sampai Pengadilan Negeri yang telah menjerat Terdakwa dengan hukuman yang maksimal.

“Kita terima dengan baik, kita sambut dengan baik. Ini suatu presidium yang baik di negeri kita ini karena negeri ini darurat kekerasan seksual,” ungkap Judianto usai persidangan.

Sebelumnya pada sidang tuntutan JPU menyatakan Terdakwa Bruder Angelo telah melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya