pimpinan IKN dari jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

RADARDEPOK.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut sudah mengantongi nama Calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) yang menggantikan Jakarta.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menjelaskan, nama calon Kepala Badan Otorita IKN akan ditunjuk langsung oleh Jokowi. Namun, dia mengaku belum mengetahui sosoknya.

“Mengenai siapa yang akan ditunjuk oleh Presiden bisa ditanyakan Presiden, ada di kantongnya beliau. Saya tidak tahu, tetapi tentu pasti pilihannya pilihan yang tepat untuk itu,” katanya.

Ada beberapa nama yang sudah disinggung Jokowi sebagai kandidat potensial untuk mengisi Kepala Badan Otorita IKN. Diantaranya ada mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, mantan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA) Tumiyana.

Selanjutnya ada Mantan Bupati Banyuwangi yang sekarang menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Azwar Anas, serta Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Baca Juga : Sindir Bahasa Sunda, Arteria Langgar Ideologi Partai

“Kandidatnya ada ya, yang namanya kandidat memang banyak. Pertama Pak Bambang Brodjo, kedua Pak Ahok, ketiga Pak Tumiyono, keempat Pak Azwar Anas,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada 2 Maret 2020.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU IKN, Ahmad Doli Kurnia membeberkan kriteria calon Kepala Otorita IKN Nusantara, salah satunya harus mengetahui visi dari Jokowi.

“Saya kira kalau soal kriteria, yang paling penting adalah tahu betul tentang visi presiden, visi pemerintah, visi kita semua sekarang ini tentang pentingnya pemindahan ibu kota negara itu, itu yang paling penting,” kata Doli.

Doli menuturkan, selain itu calon Kepala Otorita IKN Nusantara harus memiliki pengalaman mengenai perencanaan tata ruang dan tata kota. Termasuk, sambung dia, punya pengalaman mencari skema-skema pembiayaan.

“Yang kedua, mungkin orangnya yang punya pengalaman di dunia urban planning, planologi. Terus juga punya pengalaman tentang bagaimana berinovasi mencari skema-skema pembiayaan, dan tentu orang yang berintegritas,” ujarnya. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya