PERSIAPAN: Fungsionaris PPP, Qonita Lutfiyah bersama Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM saat menghadiri Workshop DPRD Fraksi PPP, di Grandhotel Paragon, 28-30 November. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Qonita Lutfiyah mengaku prihatin terhadap kasus begal yang kembali terjadi di Kota Depok. Untuk itu, ia pun meminta agar seluruh stakeholder dan pengurus lingkungan bersinergi serta membentengi wilayah dengan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang prima.

“Tentu kita semua prihatin atas adanya kasus begal di Depok,” kata Qonita Lutfiyah kepada Radar Depok, Senin (3/1).

Untuk itu, sambung Qonita Lutfiyah, perlu komunikasi dan koordinasi yang baik antar stakeholder dan juga pengurus lingkungan hingga tingkat Ketua RT. Sehingga, terwujud Siskamling prima dan menutup pergerakan pelaku kejahatan di wilayah.

“Kita harus membentengi lingkungan agar tidak ada celah pelaku kejahatan beraksi. Kegiatan Ronda malam yang sudah menjadi budaya Indonesia yang ditunjang dengan komunikasi aktif dengan aparat keamanan, saya yakin dapat menutup celah bagi pelaku kejahatan melancarkan aksinya,” tuturnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok ini mengungkapkan, pemerintah pusat sedianya terus berupaya mengantisipasi tindak kenakalan pemuda, termasuk pembegalan motor dan ‘gangster’ motor melalui pemeliharaan tiga aspek pendidikan, yakni aspek keluarga, aspek sekolah, dan aspek lingkungan.

“Jadi pendidikan itu bukan sama dengan sekolah ya, tapi ketiga-tiganya, lalu kemudian, kita memang harus perbaiki ketiga-tiganya,” beber Qonita Lutfiyah.

Qonita Lutfiyah meminta agar masyarakat responsif jika mengetahui atau ada indikasi perkumpulan yang berpotensi menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya.

“Kita harus bisa dan aktif melakukan langkah preventif, agar tidak sampai terjadi gangguan Kamtibmasi di wilayah, ini diperlukan peran aktif dari masyarakat,” tegas Qonita Lutfiyah.

Dari sini, Qonita Lutfiyah menambahkan, wilayah menjadi terpantau dan kondusifitas lingkungan dapat tercipta, sehingga membantu aparat keamanan menjaga Kamtibmas serta menutup celah bagi pelaku kejahatan.

“Tentu, kita sama-sama ingin Kota Depok yang kita cintai ini kondusif, jangan sampai ada stigma Depok itu kota begal dan stigmas buruk lainnya. Kondusifitas dapat diwujudkan jika kita berkolaborasi,” pungkas Qonita Lutfiyah. (cky)