SANTUNAN : Anggota DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah didampingi Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Mamun Pratama saat memberikan santunan. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Qonita Lutfiyah menilai langkah Pemkot Depok yang menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di Kota Sejuta Maulid sudah tepat.

“Saya menilai langkah yang diambil Walikota, Pak Kyai Mohammad Idris tepat untuk menunda pelaksanaan PTM 100 persen,” kata Qonita Lutfiyah kepada Radar Depok, Selasa (11/01).

Sebab, sambung Qonita Lutfiyah, seluruh dunia, termasuk Indonesia dan khususnya Kota Depok tengah fokus terhadap ancaman baru dari varian anyar Covid-19, yakni Omicron.

“Kasus varian Omicron dari Covid-19 di Indonesia, terus mengalami peningkatan. Ini harus menjadi bahan pertimbangan untuk menunda PTM 100 persen,” tutur Qonita Lutfiyah.

Bahkan, DKI Jakarta yang sudah melaksanakan PTM 100 persen, ada salah satu siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di wilayah Duren Sawit terdeteksi terpapar Omicron dan PTM dihentikan sementara.

“Jelas kami tidak ingin PTM 100 persen menjadi klaster baru dari varian Omicron. Sebisa mungkin harus diantisipasi,” tegas Qonita Lutfiyah.

Qonita Lutfiyah yang duduk di Komisi D DPRD Kota Depok ini menyarankan agar PTM 100 persen bisa dibuat bergilir, sehingga rombongan belajar (Rombel) di satu kelas dibuat sift dan mengawasan bisa lebih maksimal.

“Situasi dan kondisi saat ini saya nilai belum memungkinkan untuk PTM 100 persen,” bebernya.

Namun, Jika PTM tetap diberlakukan, putri ulama karismatik KH. Syukron Mamun ini berharap agar semua stakeholder dapat menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, mulai dari vaksinasi, fasilitas di sekolah hingga pengawasan paska kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

“Prokes Covid-19 sangat penting dan juga tidak kalah penting adalah peran serta orang tua dalam melakukan pengawasan anaknya, sebab kemampuan pihak sekolah melakukan pengawasan hanya di sekitar lingkungan sekolah saja,” ucap Qonita Lutfiyah.

Ia pun meminta agar program vaksinasi anak dapat digencarkan di tiap wilayah. Sehingga, upaya dalam mewujudkan PTM 100 persen dapat terlaksana tanpa ada dampak yang merugikan dari pandemi.

“Tentu kita semua berharap agar pandemi dapat segera berakhir. Insha Allah atas seizin-Nya lah pandemi Covid-19 ini akan berakhir, ikhtiar yang baik dan berdoa kepada Allah agar kita senantiasa dalam lindungan-Nya,” pungkas Qonita Lutfiyah.

Diketahui Pemkot Depok semula berencana menggelar PTM 100 pesen pada Senin (10/01), rencana tersebut kemudian ditunda menjadi akhir Januari, tepatnya 24 Januari 2022. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah