Ratu Ratna Damayani boks
Ratu Ratna Damayani

Dia sosok perempuan hebat. Mengawali karirnya sebagai wartawan, hingga naik jabatan mwnjadi seorang redaktur di salah satu media nasional.

Laporan : Ivanna Yustiani

RADARDEPOK.COM, Ratu Ratna Damayani, saat dihubungi via ponsel oleh tim Radar Depok, tengah meeting bersama teman kerjanya. Disela-sela jam kerjanya, perempuan yang bertempat tinggal di Depok ini, merupakan seorang perempuan yang memiliki karir moncer.

Selama sembilan tahun berkarir di media, Mia, biasa ia disapa, memutuskan resign untuk melanjutkan perjalanannnya.

Perempuan berhijab ini dengan ramahnya menjelaskan tentang perjalanan kehidupannya. Ketika ditanya mgenai kesibukannya saat ini, dengan antusias ia menjawab sedang membuka usaha.

“Saat ini saya memiliki usaha kuliner berbasis online, yang saat ini saya menjual lewat e-commerce,” ujar Ratna.

Usaha yang dibangunnya sejak 2016 lalu bisa membawa dirinya seperti sampai sekarang. Dari usaha ini dia belajar berbisnis. Berbagai kudapan yang dijualnya seperti pastry, pie yang tak biasa.

“Saya tidak hanya memproduksi kudapan semata tetapi bagaimana kudapan ini juga menjadi transetter baik dari jenis nya seperti pastry, pie kemudian dari bentuk dan hiasan sudah masuk ke ranah fashion makanan. Yang mana orang pun tidak menikmati rasa tapi ke penampilan,” katanya.

Bisa mencapai seperti sekarang, banyak yang dilaluinya. Berawal mula saat ia membangun karir di dunia jurnalistik. Sejak lulus kuliah, dirinya lolos tes di salah satu media nasional. Dimana saat itu dirinya tidak merasa pesinis karena ada 3000 pelamar kerja. Beruntungnya, ia diterima menjad seorang wartawan di tahun 1996.

Berkiprah sebagai wartawan nasional, dirinya mengambil keputusan untuk berhenti menjadi seorang jurnalis di tahun 2005. Tak berhenti sampai disitu, Mia membangun media sendiri dengan teman koleganya yang berasal dari Singapura.

“Terakhir di republika sebagai redaktur halaman kemudian, tahun 2005 saya resign, kemudian saya membuat media sendiri assosiate dengan kolega saya dari Singapura, membuat The Premagazine pertama di Indonesia tahun 2005,” ucapnya. (bersambung)

Editor : Junior Williandro