Rizki Apriwijaya
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Rizki Apriwijaya berbicara prokes covid-19. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Rizki Apriwijaya menilai, penanganan pandemi Covid-19 Indonesia pada semester terakhir 2021 dinilai sebagian kalangan sudah berjalan cukup baik.

Namun, politikus milenial partai berlambang kepala Burung Garuda ini mengharapkan agar penanganan Covid-19 pada 2022 perlu untuk terus ditingkatkan dan dilakukan secara lebih konsisten.

“Penanganan pandemi Covid-19 pada 2022 ini hendaknya berjalan secara konsisten dan on the track,” tutur Rizki Apriwijaya kepada Radar Depok, Senin (3/1).

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini, penanganan pandemi Covid-19 pada satu semester terakhir di tahun 2021 dapat menjadi acuan model penanganan Covid-19 pada 2022.

“Semua saling mendukung, baik pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan masyarakat saling bersatu padu. Tetapi, saya berharap berharap penanganan pandemi Covid-19 tahun 2022 ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” kata Rizki Apriwijaya.

Sejak kasus pertama Virus Korona ditemukan pada awal Maret 2020 lalu, badai pandemi ini sudah menerjang Indonesia hampir dua tahun. Sehingga, berbekal pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, hendaknya penanganan dan antisipasi dapat dilakukan lebih baik lagi di 2022.

“Koordinasi semakin membaik, penanganan dan kebijakan yang diterapkan pun demikian, juga kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan (Prokes) terbilang tinggi, serta program vaksinasi yang hampir tercapai herd immunity menjadi modal yang kuat menyongsong 2022,” ujarnya.

Rizki Apriwijaya pun berharap agar masyarakat tidak jenuh dan tetap patuh akan Prokes, serta mereka yang sudah divaksin jangan lalai dan abai Prokes. Sehingga, pemerintah dapat fokus untuk pemulihan sektor ekonomi, pembangunan dan lainnya.

“Ini saling berkaitan, seperti mata rantai, jika salah satunya putus, maka akan kandas pula seluruh untaiannya. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan,” beber Rizki Apriwijaya.

Terlebih, dewan yang concern terhadap kepemudaan, UMKM, pendidikan dan kesehatan ini menegaskan bahwa pandemi belum berakhir dan ada ancaman baru dari varian teranyar Covid-19, yakni Omicron.

“Jangan sampai varian baru ini menjadi pemicu gelombang ketiga, kita harus senantiasa disiplin dalam menerapkan Prokes, percaya dan patuh terhadap anjuran serta kebijakan yang dibuat pemerintah. Kita harus senantiasa ikhtiar dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir,” pungkas Rizki Apriwijaya. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah