walikota booster
PANTAU BOOSTER : Walikota Depok Mohammad Idris saat memantau pemberian vaksin booster kepada penerima lansia di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rabu (12/1). ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Vaksinasi ke tiga atau booster sudah berlangsung, Rabu (12/1).  Kick Off booster di Kota Depok menyasar kepada 100 orang yang berusia lanjut alias lansia. Belum semua fasilitas kesehatan (Faskes) melayani booster. Terbaru, baru Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang membuka layanan booster.

Walikota Depok, Mohammad Idris menerangkan, pemberian vaksin ini menyasar kepada Lansia dan kelompok rentan, kategori tersebut menjadi penerima yang diutamakan. “Dosis tiga ini, dosisnya memang lebih rendah. Dosisnya setengahnya. Kalau pfizer biasanya itu 0,3 sekarang jadi 0,15,” jelas Idris kepada Harian Radar di RSUI, Rabu (12/1).

Walikota memastikan, booster ini akan diberikan secara gratis yang disalurkan dari Pemerintah Pusat. Kelompok rentan yang dimasuk Idris meliputi. Pertama, masyarakat yang punya penyakit bawaan. Kedua, masyarakat yang banyak berinteraksi dengan orang banyak, seperti guru, Pol PP, Dishub, Damkar, termasuk masyarakat di pasar.

Kelompok tersebut masuk dalam kategori prioritas dalam pelayanan vaksinasi tahap ketiga atau vaksin booster. Rencananya vaksin booster ini akan berlangsung di puskesmas yang ada di Depok. Namun, saat ini masih dilakukan secara bertahap. Lokasi yang baru membuka layanan vaksin booster adalah RS UI.

Dilokasi yang sama, Direktur Utama RSUI, Astuti Giantini menyampaikan, berhasil melangsungkan vaksinasi lanjutan (booster) perdana. Target setiap harinya sebanyak 300 sampai 500 peserta sesuai dengan ketersediaan vaksin. “Sasarannya kami mengikuti arahan Dinas Kesehatan Kota Depok ya,” jelasnya.

Adapun sasaran Dinkes Depok, untuk kelompok lansia usia 60 tahun ke atas dan pendamping lansia usia minimal 18 tahun. Satu pendamping lansia wajib membawa minimal 1 orang lansia.

Ditekankan Astuti, vaksin booster dapat diberikan kepada peserta yang telah mendapatkan vaksin dosis ke 1 dan 2 secara lengkap dengan jenis Sinovac, dan jaraknya minimal 6 bulan dari dosis kedua. “Persyaratannya, peserta harus memiliki tiket vaksin booster yang terdapat di aplikasi PeduliLindungi. Pendaftaran juga bisa dilakukan di web resmi milik RSUI,” beber Astuti.

Hasil dari penelitian yang diinstruksi Pemerintah Pusat, untuk vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua dengan Sinovac. Maka, akan diberikan vaksin booster sebanyak setengah dosis dengan Pfizer atau AstraZeneca.

Untuk vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua dengan AstraZeneca, maka akan diberikan vaksin booster sebanyak setengah dosis dengan Moderna.

Sementara, Kepala Bidan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Depok, Umi Zakiati menerangkan, sesuai arahan Kementerian Kesehatan RI, bila penerima vaksin mendapat vaksin sinovac pada sebelumnya, jadi vaksin boosternya dengan pfizer. Lalu, bila penerima vaksin sebelumnya Astrazeneca maka vaksin boosternya moderna.

“Dosis pada vaksin booster ini harus setengah dosis dari vaksin primernya ya. kalau sebelumnya, dosisnya itu 0,5 berarti yang sekarang 0.25,” terangnya.

Untuk mendapat pelayanan vaksin booster, Umi mengatakan, saat ini bisa dilakukan di RSUI. Nantinya diharapkan ke depan dapat dilakukan di Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) lain yang berkolaborasi, agar bisa melakukan layanan vaksin booster ini.

“Pendaftarannya. Nanti ada link pendaftaran dari RS UI yang akan dibagikan ke media sosial RSUI maupun media sosial Dinas Kesehatan. Jadi silahkan diakses, dari sana lansia atau keluarga lansia bisa mendaftarkan lansianya” tandas Umi.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar