jual ginjal
JUAL GINJAL : Nurhasanah (62) berniat menjual ginjalnya untuk melunasi utang anaknya yang bernilai hampir Rp1 Milyar. FOTO : GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Belakangan ini, Depok dikejutkan dengan seorang warganya di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya bernama Melvi Monita (23) yang berniat menjual ginjal akibat, terlilit utang hampir Rp1 Milyar.

Kabar terbarunya, Ibu kandung Melvi, Nurhasanah (62) ingin menggantikan posisi anaknya untuk menjual ginjal. Mengingat, Melvi sedang dalam kondisi hamil dengan usia kandungan tujuh bulan.

“Aku ibunya Melvi Monita yang lagi kesusahan, dia kan lagi bunting (hamil, red) gak bisa mendonorkan ginjalnya, aku rela demi anak mendonorkan ginjal, kalo ada yang mau,” kata Nur kepada Radar Depok, Rabu (26/01).

Nur mengaku, tidak tahan lagi dengan keadaan yang dialami Melvi dan keluarga. Pasalnya, hampir setiap hari ada penagih utang yang datang ke rumah mereka dan meminta agar anaknya segera melunasi utang-utang tersebut. Sebagian dari mereka bahkan, tega menyita barang yang dimiliki Melvi maupun keluarganya.

“Kaya tadi pagi ada yang datang mau ambil motor untuk jaminan, saya sampai nangis nangis,” ujarnya sambil tersedu-sedu.

Menurut dia, motor yang dimiliki keluarganya itu hanya ada satu unit yang dipergunakan untuk Kakak Kandung Melvi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga besarnya.

“Motor cuma satu-satunya buat cari makan sehari-hari, rumah saya ngontrak, anak saya ngojek, kalo motornya diambil saya bingung, makanya sebagai orang tua, saya rela menjual ginjal,” tutur Nur.

Lebih dalam, Nur mengungkapkan, dirinya siap menanggung segala resiko dari penjualan ginjal tersebut. Meskipun, harus mengalami kesakitan setelahnya bahkan, mempertaruhkan nyawa.

“Yang penting anak saya bebas dari hutang, kalo didiemin malah tambah numpuk jadinya, bengkak,” ucapnya.

Selain itu, sebut dia, Melvi masih muda dan memiliki masa depan dan harus mengurus anak-anaknya yang masih terbilang kecil.

“Anak saya masih muda, waktunya masih panjang, saya liat anak-anaknya jadi sedih, gak tega,” kata Nur.

Sementara itu, Melvi Monita (23) membenarkan niat ibu kandungnya tersebut. Dia mengaku belum siap karena, masih menunggu proses kelahiran anak ketiganya. 

“Iya, ibu saya mau menggantikan saya karena, gak kuat lagi, banyak yang datang tiap hari untuk nagih utang,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, pada Rabu (26/01) pagi ada salah satu penagih utang yang datang dan berniat menyita motor milik kakak kandungnya. Namun, penagih tersebut tidak sampai hati ketika melihat Ibu kandung Melvi menangis tersedu-sedu.

“Tadi pagi juga ada yang mau ambil motor, terus ibu saya nangis terus bilang itu motor abangnya buat gojek akhirnya gak jadi diambil,” tutup Melvi. (rd/ger)

 

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Pebri Mulya