pasien covid-19 rumah sakit
Ilustrasi pasien Covid-19.

RADARDEPOK.COM – Masyarakat Depok yang sudah mulai sembrono dengan protokol kesehatan (Prokes), ayo berfikir lagi. Sudah sepeken ini, kasus Covid-19 mulai naik signifikan. Selasa (18/1) misalnya, kasus terkonfirmasi positif ada 49 jiwa. Naiknya kasus seirama dengan tingkat keterian (BOR) ruang di rumah sakit (RS) se-Kota Depok.

Juru Bicara Satgas Penangan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, berdasarkan data 15 Januari 2022,  terdapat 40 penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19. Sedang kan kasus konfirmasi menjadi  106.062 kasus. Kasus konfirmasi aktif naik 40 orang dari hari sebelumnya.

Lalu, suspek aktif turun 11 kasus, kontak erat aktif naik menjadi 8 kasus, serta pasien probabel aktif, 0 kasus atau tidak ada. “Pada data tersebut tidak ada penambahan kasus pasien meninggal. Dengan demikian total keseluruhan tetap 2.172 orang,” kata Dadang kepada Harian Radar, Selasa (18/1).

Dia menyebutkan, kenaikan kasus aktif Covid-19 ini terjadi karena adanya klaster perkantoran dan tingginya mobilitas masyarakat. Sehingga berkembang menjadi klaster keluarga.  “Ini karena mobilitas masyarakat yang mulai longgar dan meninggi,” terangnya.

Menurutnya, Ketua Satgas telah melakukan konsolidasi rapat internal dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) soal langkah strategis menghadapi lonjakan kasus. “Kita sudah melakukan SOP sesuai dengan yang ditentukan, jadi secara pengalaman kita mengikuti seperti kasus sebelumnya ketika bulan Juli 2021,” kata Dadang.

Dari hasil konsolidasi itu diputuskan tempat karantina terpusat akan dibuka jika terjadi lonjakan kasus positif di atas 5 persen. “Jadi kita sudah mencoba merencanakan kalau terjadi lonjakan kasus positifnya (positivity rate) di atas 5 persen, pak Wali sudah memberikan arahan untuk dijajaki lagi tempat karantina di Wisma Makara UI,” kata Dadang.

Pada saat ini positivity rate Kota Depok masih di angka 1,03 persen. Namun, sebelum positivity rate mencapai 5 persen, Dadang mengatakan, pihaknya masih mengupayakan mitigasi di hulu yakni pada tataran masyarakat. “Di hulunya, sekarang akan kita mulai kembali menggugah warga terkait dengan prokes dan melakukan langkah-langkah operasi di lapangan,” kata Dadang.

Dia mengungkapkan, meski ada kenaikan kasus, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok belum berencana untuk mengetatkan aturan. Akan tetapi,  dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes). Yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama (6M).

“Selain itu, Pemkot Depok juga meminta masyarakat untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, per 11 Januari 2022 kasus konfirmasi aktif 19 jiwa menjadi 56 kasus, jumlah pasien sembuh ada 3 jiwa kini menjadi 103.717 pasien. 12 Januari, kasus aktif bertambah kembali sebanyak 26 jiwa jadi 82 kasus aktif, pasien sembuh ada 3 jiwa. 13 Januari, ada 27 kasus aktif jadi 109 jiwa, pasien sembuh nol. 14 Januari, kasus aktif kembali bertambah 22 jiwa dan bertambah 131 jiwa, pasien sembuh nol dan meninggal nol. 16 Januari, bertambah 22 jiwa bertambah menjadi 193 jiwa. 17 Januari bertamabah kembali kasus aktif 25 jiwa, kini menjadi 218 jiwa, pasien sembuh bertamabah 1 menjadi 103.720 jiwa. Terbaru 18 Januari, terdapat penambahan yang mencapai 49 kasus aktif, totalnya jadi 267 jiwa. Pasien sembuh nol dan pasien meninggal nol.

Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati menjelaskan, pada data yang dirilis pertanggal 17 Januari 2022, ada kenaikan kasus konfirmasi aktif sebanyak 25 kasus menjadi 218 kasus aktif, sedangkan jumlah pasien sembuh  bertambah satu orang menjadi 103.720, dan tidak ada kasus meninggal. “Sedangkan kasus konfirmasi, saat ini tercatat ada 106110, bertambah 26 kasus,” bebernya.

Dia menyebutkan,  untuk Bad Occopancy Rater (BOR) di rumah sakit (RS) yang ada di Depok masih pada posisi 2,13 persen tempat tidur (TT) ICU Covid-19, dan 7,60 persen TT isolasi.  Dari semua RS yang menyediakan ruang pelayanan pasien Covid-19 di Depok, keterisian TT ICU hanya 2 dan TT Isolasi hanya 39 “Alhamdulilah sampai saat ini BORnya masih rendah. Mudah–mudahan tidak terjadi lonjakan kasus,” tutupnya. (dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar 

Editor : Fahmi Akbar