ilustrasi pemilu
Ilustrasi Pemilu

RADARDEPOK.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, mulai siap-siap disibukan lagi. KPU pusat  berencana akan memulai tahapan Pemilu 2024, Juni tahun ini. Langkah itu ditempuh menyusul keputusan KPU, DPR, dan pemerintah soal hari pemungutan suara Pemilu 2024 digelar 14 Februari 2024.

Pasal 167 ayat (6) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 (UU Pemilu) menyebut tahapan pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. Komisioner KPU I Dewa Raka Sandi menyebut waktu itu jatuh pada Juni 2022. “Dalam draf rancangan KPU, akan dimulai bulan Juni 2022,” kata Dewa, Selasa (25/1).

Dewa menyampaikan, KPU sedang mematangkan tahapan pemilu dan Pilkada 2024. Tahapan-tahapan akan dituangkan ke dalam draf Peraturan KPU tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pemilu 2024.

Draf itu akan dikonsultasikan dengan pemerintah dan DPR jika sudah rampung. Setelah itu, aturan tersebut akan diundangkan. Tahapan pemilu pun bisa dimulai setelah pengesahan PKPU tersebut.

Dewa berkata, sebenarnya KPU telah memulai persiapan setelah Pilkada Serentak 2020. KPU telah menggelar sejumlah diskusi dan kajian tentang Pemilu 2024, terutama soal penggunaan teknologi informasi seperti rekapitulasi suara elektronik. “Meskipun hal itu belum masuk ke dalam tahapan (pra tahapan), akan tetapi KPU telah melakukan langkah-langkah evaluasi dan persiapan menghadapi tahun 2024,” tuturnya.

Menimpali hal ini, Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengaku, belum mengetahui bagaimana tahapan Pemilu 2024 mendatang. Hal ini dikarenakan belum adanya pertauran terbaru yang berkaitan Pemilu serentak 2024. “Tahapan Pemilu kami masih menunggu, karena masih pembahasan di pusat. Kalau sudah keluar Peraturan KPU terkait tahapan, program dan jadwal akan kami sosialisasikan,” kata Nana kepada Harian Radar Depok, Selasa (25/1).

Dia mengungkapkan, pelaksanaan Pemilu Pilpres, Pileg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, akan dilaksanakan pada Rabu 14 Februari 2024. Sedangkan Pemilihan Gubernur, Walikota, dan Bupati, akan dilaksanakan pada Rabu 27 November 2024. “Pemerintah memberikan jeda beberapa bulan untuk pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024 mendatang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, terkait anggaran untuk Pemilu serentak di Depok, pihaknya juga belum mengetahui berapa besaran anggaran yang akan dikucurkan untuk Kota Depok. “Kita masih menunggu informasi dari Pusat. Karena sekarang masih dibahas di DPR RI,” tuturnya.

Senada dengan Nana, Anggota Banggar DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman mengaku juga belum tahu berapa anggaran untuk Pemilu di Depok. “Saya belum tahu, kemungkinan baru dianggarkan di tahun 2023,” singkatnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Slamet Permana mengatakan, jelang Pemilu serentak di Depok 2024 mendatang, pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan. Diantaranya melakukan koordinasi dan meminta petunjuk pada Bawaslu RI melalu Bawaslu Provinsi terkait Langkah – Langkah pengawasan Pemilu di Depok. “Kami berkoordinasi terkait regulasi dan panduan teknis untuk pelaksanaan pengawansan Pemilu 2024,” kata Dede.

Selain itu, ada juga persiapan skala lokal di Depok yang sudah mereka persiapkan. Seperti koordinasi dengna Pemeritnah Kota Depok terkait dukungan operasional bagi Bawaslu Kota Depok yang bersifat mendesak, seperti sewa kantor dan kendaraan operasional. “Kami juga sedang menyusun jadwal roadshow partai politik di Depok sebagai media koordinasi pra tahapan pemilu,” bebernya.

Saat ini juga tengah menyusun program peningkatan kapasitas Sumber DAya Manusaia (SDM) internal Bawaslu Kota Depok. Terkait tupoksi seperti pengawasan investigatif, penanganan pelanggaran, penyelesaiana sengketa dan kerja kehumasan. “Terkait rekrutmen Panwas Ad-hoc, kami belum menerima instruksi atau informasi resmi terkait hal ini. Yang jelas jika melihat rancangan jadwal tahapan, kemungkinan rekutmen baru akan dilakukan di akhir 2020 ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan mengajukan permohonan dukungan anggaran pelaksanaan Pilkada kepada Pemerintah Kota Depok. “Angkanya kami belum bisa menyebut, karena masih dalam pembahasan dan dimatangkan,  banyak yang masih harus difiksasi kembali,” pungkasnya. (dra/rd)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Fahmi Akbar